Harianpilar.com, Lampung Selatan – Sebanyak 4 desa di Kecamatan Jati Agung, Lampung Selatan (Lamsel), sudah berhasil di bidang Sanitsi Total Berbasis Masyarakat (STBM), sehingga sudah tidak buang air besar sembarangan.
Kepala Puskesmas Karanganyar, Sudibyo menjelaskan empat desa yang sudah Open Defacatiaon Free (ODF) yakni Desa Margakaya, Karangsari, Fajarbaru dan Margaagung. “Puskesmas Karanganyar membawahi 12 desa. Dari 12 desa baru 4 sudah ODF,” katanya, Jumat (24/05/2019).
Ia menilai tidak buang air besar sembarangan sangat penting bagi kesehatan masyarakat sejak belum lahir, sehingga kesadaran menggunakan jamban sehat sangat perlu.
“Penyakit berbasis lingkungan, akibat tidak memiliki jamban sehat,” ujarnya. Mantan Kepala Puskesmas Candipuro itu menjelaskan salah satu penyebab stanting, akibat tdak menggunakan jamban sehat dan membuat lingkungan menjadi tidak sehat.
“Setelah bayi lahir, lingkungan tidak sehat, pertumbuhannya tidak normal,” kata dia. Oleh sebab itu, Puskesmas Karanganyar berkewajiban memicu masyarakat agar menggunakan jamban sehat, dengan menyampaikan dampak buruk bagi masyarakat di sekitarnya. “Kami memicu masyarakat agar sadar betapa pentingnya jamban sehat,” ujar dia.
Untuk pemicuan, di bentuk kelembagaan di seluruh tingkatan di mulai dari RT, Dusun, Desa hingga Kecamatan. Dari tingkat RT mendata warganya yang belum miliki jamban sehat.
“Setiap tingkatan kelembagaan itu miliki tugas mendata masyarakat. Kelembagaan ini perlu untuk sistem kontrol,” kata dia. Selanjutnya, pihaknya mengadvokasi kesehatan kepada Kepala Desa (Kades) agar memasukkan program ODF dalam penggunaan Dana Desa, sehingga masyarakat bisa terbantu untuk membuat jamban yang sehat. “Kami juga memberikan informasi pentingnya ODF dalam kelembagaan untuk di sampaikan masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya jamban sehat itu tidak mencemari air tanah dan udara atau tidak berdampak kepada lingkungan sekitar. “Jamban sehat itu sederhana, tidak mencemari,” katanya. Delapan desa di bawah naungan Puskesmas Karanganyar yang belum bebas buang air besar sembarangan ditargetkan akhir tahun 2019 sudah ODF. “Akhir tahun ini target kami sudah ODF semua,” ujar dia.
Dia mencontohkan, masing-masing ketua kelompok harus memicu agar warga mau bergotong royong untuk membuat jamban di rumahnya sendiri. Model subsidi atau bantuan jamban tanpa adanya gotong royong, menurutnya tidak efektif. “Menumbuhkan kesadaran masyarakat, untuk gotong royong membangun jambannya sendiri,” katanya.
Dia berharap, dapat tercapai peningkatan akses universal sanitasi layak (jamban sehat warga) di empat desa.
“Pemkab Lamsel juga telah menerbitkan Peraturan Bupati Nomor 40 tahun 2015 tentang Swasembada WC dan Peraturan Bupati tentang Pedoman Penggunaan Dana Desa dalam rangka mempercepat proses capaian target sanitanasi layak tahun 2018.
“Saya berharap, kepada semua pihak untuk dapat mendukung program ODF ini,” kata Dibyo. (mar)









