oleh

Pemprov akan Diskusikan Tarif Tol dengan Kementerian

Harianpilar.com, Bandarlampung – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung akan mendiskusikan kembali soal tarif Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS). Alasannya, bagi sebagian masyarakat tarif JTTS ruas Bakauheni – Terbanggibesar dinilai terlalu mahal.

Gubernur Lampung M Ridho Ficardo mengatakan akan mencoba untuk mendiskusikan kembali soal tarif yang telah ditetapkan oleh Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono.

“Nanti kita diskusikan untuk menggerakkan perekonomian. Nanti kita lihat, jangan sampai tidak terawat juga kalau (tarif) tidak standar,” kata Ridho saat ditemui di Hotel Sheraton Lampung, Senin (08/04/2019).

Terkait pemberlakuan tarif JTTS tersebut, Pemprov Lampung menunggu pemerintah pusat. “Pengelolaan jalan tol itu kan di pemerintah pusat,” sebutnya.

Sementara, Sekretaris Tim Percepatan JTTS Lampung Zainal Abidin mengatakan jalan tol itu memang jalan berbayar yang merupakan pilihan bagi masyarakat.

Sehingga, menurut Zainal, jika masyarakat menilai tarif tersebut terlalu mahal, bisa menggunakan jalan lain. Seperti jalan nasional dan provinsi.

“Secara prinsip jalan tol itu kan jalan berbayar. Jadi sebenarnya jalan tol ini adalah salah satu pilihan bagi masyarakat. Kalau merasa keberatan dengan jalan tol, bisa pakai jalan umum,” kata Zainal.

Walau begitu, dia mengatakan akan mengusulkan keluhan tersebut ke Menteri PUPR dan Menteri BUMN. “Tapi yang jelas keberatan masyarakat itu akan kita ajukan ke kementerian,” terangnya.

Meski demikian, menurut dia, tarif tersebut disesuaikan dengan anggaran pemeliharaan jalan. “Karena bagaimana pun itu ada kos pemeliharaan jalan. Kalau ada lubang ditutup, jadi tentu mereka sudah memperhitungkan pemasukan,” ujarnya.

Sementara itu, PT Hutama Karya Tol ruas Bakauheni – Terbanggi Besar belum menerapkan tarif pada tol Lampung jalan tol trans Sumatera (JTTS) ruas Bakauheni – Terbanggi Besar.

Hal ini ditegaskan oleh kepala cabang PT Hutama Karya Tol ruas Bakauheni – Terbanggi Besar, Hanung Hanindito, Minggu (07/04/2019).

Hanung Hanindito mengatakan sampai saat ini pihaknya masih melakukan sosialisasi untuk penerapan tarif tol kepada pengguna jasa. “Sampai saat ini masih gratis. Kami masih melakukan sosialisasi dari rencana penerapan tarif tol,” katanya.

Hanung Hanindito mengatakan penerapan tarif tol segera akan diberlakukan untuk ruas tol Bakauheni – Terbanggi Besar yang memiliki panjang 140,9 kilometer.

Tetpi sejauh ini pihaknya belum mengetahui kapan waktu penerapannya. “Untuk rencana penerapan tarif ini masih dibahas di kantor pusat. Yang pasti dalam waktu dekat sudah akan diterapkan,” ujarnya.

Kehadiran Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) ruas Bakauheni – Terbanggi Besar kini menjadi pilihan banyak pengguna kendaraan mobil, baik untuk lintasan lokal maupun lintas daerah.

Ini terlihat dari jumlah pengguna jalan yang memilih jalan tol trans Sumatera (JTTS) terus meningkat.

Jika pada awal-awal beroperasinya jalan tol JTTS jumlah kendaraan yang melintas per hari mencapai 11 ribu unit. (Mar/Lis)