oleh

Menhan Ryamizard Ajak Warga Perangi Hoax

Harianpilar.com, Bandarlampung – Menteri Pertahanan RI, Jend. TNI (Purn) H. Ryamizard Ryacudu mengajak seluruh elemen masyarakat Lampung untuk memerangi berita-berita bohong alias hoax yang semakin marak menjelang hari pencoblosan Pilpres dan Pileg 17 April 2019.

Karena menurutnya, berita-berita hoax itu dapat memicu tidak kondusifnya situasi menjelang hari pencoblosan Pilpres dan Pileg 2019. Selain itu, berita – berita hoax itu juga  dapat memicu pemecah belah kerukunan antar masyarakat.

Hal itu disampaikannya dalam acara silaturahmi Jend. TNI (Purn) H. Ryamizard Ryacudu Gelar Sutan Tuan Kaca Marga dengan Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Lampung (Yapemal) dengan tema “Penguatan Peran Masyarakat Adat Lampung” di Ballroom Hotel Emersia Bandarlampung, Rabu (03/04/2019).

“Hoax itu fitnah, dan fitnah itu dosanya lebih besar dari pada pembunuhan. Dan makin banyak itu tersebar, makin banyak dosanya dan pasti akan masuk neraka,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Menhan mengaku saat ini banyak akun – akun media sosial (medsos) yang menyebarkan berita – berita yang belum bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya.

“Sekarang ini banyak akun – akun medsos, seperti Twitter yang nyebar berita bohong. Dan ini udah ratusan akun yang nyebar berita bohong,” jelasnya.

Terlebih, kata dia, berita – berita bohong itu lebih banyak menyerang dan menyudutkan pemerintah yang saat ini tengah dipimpin Presiden Jokowi. Kendati demikian, dirinya menegaskan bahwa semua berita – berita bohong itu tidak benar.

“Saya disini bukan kampanye, saya hanya menyampaikan informasi. Jika apa yang sudah dilakukan Pak Jokowi ini memang untuk rakyat. Dan saya rasa tidak ada presiden seperti Pak Jokowi, dia (Jokowi, red) orang jujur,” tegasnya.

Untuk itu, dirinya mengajak seluruh masyarakat dapat bijak dalam menerima berita – berita yang belum bisa dipastikan kebenarannya.

“Saya disini bukan sebagai orang politik, saya disini sebagai Menteri Pertahanan, bagaimana tugas saya menjaga pertahanan dari Sabang sampai Merauke, termasuk menjelang pemilu ini,” tegasnya.

Lebih lanjut, dirinya meminta kepada seluruh masyarakat untuk tidak menciderai jalannya pesta demokrasi untuk memilih para calon pemimpin negara dan wakil rakyat.

“Dana pilpres ini 25 triliun, jadi jangan main-main, jadi pergunakan dengan baik, bukan untuk ribut-ribut. Gunakan dengan baik dan jujur, jangan ada yang macem-macem. Kalau itu terjadi (ada yang macem-macem) itu bisa melukai hati rakyat,” tukasnya.

Sementara itu, Ketua YAPEMAL, Prof. Dr. Wan Abbas Zakaria menyampaikan, pihaknya mewakili kesatuan adat Lampung mengaku siap untuk turut menjaga jalannya pemilu 2019 di Lampung agar berjalan kondusif, aman, dan tertib.

“Karena ini salah satu pesan beliau (Menhan, red) untuk menjaga jalannya pemilu di Lampung sehingga kita bisa menghasilkan pemimpin dan wakil rakyat yang bisa membawa kemajuan untuk provinsi Lampung,” ungkapnya.

Selain itu, pihaknya juga akan lebih cermat dan teliti dalam menyikapi berita – berita yang belum bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya.

“Beliau juga menyampaikan untuk tabayun, agar untuk cek mengecek terkait berita yang belum tentu kebenarannya. Dan ada satu pesan yaitu istigharahlah dalam menyikapi berita yang tersebar, karena ini untuk memimpin calon pemimpin bangsa untuk kemajuan bangsa,” tukasnya. (Ramona/Maryadi).