oleh

Metro Ikuti Lomba Program Perencanaan dan Capaian Pembangunan

Harianpilar.com, Metro – Pemkot Metro kembali lolos mewakili Provinsi ke tingkat nasional lomba bidang program perencanaan dan capaian pembangunan untuk ketiga kalinya. Kota Metro dinyatakan menjadi yang terbaik kategori kota di Lampung.

Setelah melalui penilaian dari para akademisi, di Kantor Bappeda Provinsi, Senin (18/02/2019), akhirnya Kota Metro dinyatakan bisa lolos untuk mewakili provinsi ke tingkat nasional. Empat tim yang menguji diantaranya, unsur Bappeda Provinsi, pakar ekonom Ariansyah, Dr Boby dan Teguh. Ketiganya adalah dari Akademisi.

Dalam penilaian juga dikutkan sertakan pengusaha, unsur kepemudaan dan wartawan untuk dimintai keterangan terkait dengan perannya mendukung pembangunan di Kota Metro. Selain itu juga para kapala dinas terkait.

Dikatakan sekretaris Bappeda Provinsi Indra untuk menuju level nasional jika berhasil akan memproleh reward dari pusat berupa insentif yang nilainya cukup besar. Oleh karena itu ia berharap Pemkot Metro bisa berhasil menjadi nominasi nasional.

Tim penilai dari akademisi menyimpulkan pemkot Metro harus bisa menunjukkan terobosan inovasi yang belum dimiliki daerah-daearah lain di Indonesia, guna meraih nilai terbaik di tingkat nasional mendatang.

Selain itu, Kota Metro juga harus bisa menjelaskan secara konkrit beserta indikatornya tentang visinya yang berbunyi wisata keluarga.Pasalnya, ini menyangkut lima tahun. Lalu, harus mendorong swasta untuk ikut membangun wisata keluarga.

Terkait tentang pendidikan, yang mana Kota Metro telah memamfaatkan jaringan internet Hot Spot di setiap sekolah hendaknya dijadikan kekuatan untuk menjadi media pembelajaran. “Namun yang terpenting adalah mampu menujukkan inovasi yang benar-benar lain, dan tidak dimiliki oleh daerah lain,”ucap Ariansyah pakar ekonomi Unila.

Sementara Kepala Bappeda Kota Metro Bangkit Haryo Utomo menuturkan ada dua inovasi yang akan ditunjukkan  pada level nasional nanti, Yaitu: program Jas (jemput sampah) dan stanting. “Kedua inovasi itu diyakini hanya dimiliki Kota Metro,”tuturnya. (Zuli)