oleh

Penderita DBD di Tanggamus Meningkat

Harianpilar.com, Tanggamus – Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan masalah kesehatan masyarakat yang serius. Karena belum adanya obat untuk membunuh virus dan vaksin untuk mencegah penyakit tersebut. Di Kabupaten Tanggamus terdata melonjak penderita penyakit DBD di awal bulan Januari 2019, lebih besar di bandingkan pada bulan Januari tahun 2018.

“Peningkatan itu terjadi diawal bulan, pada bulan Januari di tahun 2018 silam, terdapat 1 kasus penderita DBD, sementara ditahun 2019 melonjak naik menjadi 21 kasus yang menderita penyakit DBD,” ujarnya Kepala Bidang (Kabid) Dinas Kesehatan Taman Praksi.

Meningkatnya virus DBD di Kabupaten Tanggamus pada awal tahun ini, ada banyak  faktor terutama faktor iklim yang selalu cepat berpindah, dari cuaca penghujan berpindah ke cuaca panas. Selain itu juga barang bekas yang digenangi air, seperti kaleng, botol, atau yang lainnya itu dapat juga memicu populasi jentik nyamuk cukup berkembang.

Menanggapi hal ini, Dinas Kesehatan melakukan sosialisasi yang sifatnya pencegahan dan pemberantas nyamuk demam berdarah yang tepat kepada masyarakat melalui puskesmas-puskesmas setempat.

“Kami sudah menghimbau menerapkan pencegahan 4M+ menguras, menutup, mendaurulang, mengubur dan memantau/memantikan jentik,  memberikan arahan cara pertolongan pertama terhadap masyarakat penderita DBD,” terangnya.

Selain itu, menerapkan Program terbaru yaitu, satu rumah satu jumantik yang sudah kami tingkatkan. “Dengan harapan jentik yang di lingkungan rumah itu menjadi tidak ada sehingga nyamuk juga tidak terdapat,” ujarnya.

Sementara ditemui terpisah Direktur Rumah Sakit Batin Mangunang Tanggamus Dr. Diyan Ekawati, Sp. P. menyampaikan, jumlah menurut data catatan pasien yang masup Rumah Sakit Batin Mangunang penderita demam berdarah pada 1 Januari sampai 23 Januari 2019, terhitung berjumlah 13 orang. “Sejauh ini semua pasien tertangani dengan baik,” pungkasnya. (Asis)