oleh

KPK Dikabarkan OTT di Lampung

Harianpilar.com, Bandarlampung – Komisi Pemberantas Korupsi (KPK) dikabarkan melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di Lampung. Dalam operasi senyap ini terdapat sejumlah orang dari kalangan pengusaha diamankan dan menjalani pemeriksaan dengan meminjam ruangan di Polda Lampung.

Namun hingga berita ini di turunkan belum ada keterangan resmi dari KPK maupun Polda Lampung.

Hanya saja pada Rabu (23/01/2019) pukul 22.20 WIB malam, terdapat seorang pria mengenakan baju kaos mengaku bernama M Randy Pratama ingin memasuki ruangan Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Lampung.

Randi mengaku saudara dari politisi dan pengusaha FS dan AS. Randi hendak mengkonfirmasi apakah benar dua saudaranya sedang diperiksa karena terkena operasi tangkap tangan (OTT).

“Melihat prosedurnya kemudian melihat kasus yang sebelumnya di Lampung Selatan dan Tengah, sepertinya yang melakukan OTT ini adalah KPK,” akunya seperti di lansir fajarsumatra.com.

Dari usaha yang dilakukan ini, pihak keluarga nantinya akan menyiapkan langkah-langkah hukum seperti menyiapkan pendampingan hukum.

“Yang saya dengar kabar dari keluarga. Ada FS dan AS di dalam. Kalau memang benar, ya seperti itu (siapkan langkah hukum),” katanya.

Ia memastikan, bahwa nomor handphone milik kedua saudaranya itu sedang dalam keadaan tidak aktif. Selain FS dan AS, ia menyatakan ada dua orang lagi yang masih berkaitan dengan persoalan saudaranya itu ikut terlibat.

“Ada empat keluarga saya di dalam. Saya mau pastikan itu. Dan memang nomor mereka tidak aktif. Yang tidak aktif itu nomor keduanya (FS dan AS),” ucapnya.

Namun kedatangannya tidak direstui petugas di dalam ruangan Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Lampung. Terlihat antara M Randy Pratama terlibat dialog dengan dua orang petugas kepolisian.

“Ijin pak saya keluarga. Mau masuk ke dalam,” tuturnya.

“Maaf tidak bisa. Jangan ada tamu dulu,” jawab petugas di depan pintu sebelah yang dalam kondisi terkunci.

Saat ditanyakan terkait profil kedua saudaranya tersebut, dirinya mengungkapkan bahwa pekerjaannya ialah seputar pengerjaan proyek.

“Wiraswasta kerjanya. Mengerjakan proyek. Seperti kontraktor lah,” pungkasnya.(FjS/Maryadi)