oleh

Kota Metro Mengalami Inflasi 0,27 Persen

Harianpilar.com, Metro – Badan Pusat Statistik (BPS) Metro melaporkan Kota Metro mengalami inflasi sebesar 0,27 persen. Penyebabnya, karena adanya kenaikan indeks dari 139,06 pada November  menjadi 139,44 pada Desember 2018. Hal itu terungkap pada Rakor bulanan yang digelar Pemkot setempat, Senin (07/01/2019).

“Kota Metro mengalami inflasi sebesar 0,27 persen karena adanya kenaikan indeks dari 139,06 pada November 2018 menjadi 139,44 pada Desember 2018,” ujar Kepala BPS Kota Metro Tauliana Anggarani.

Menurut laporan Badan Pusat Statistik Kota Metro, ada enam kelompok pengeluaran memberi andil dalam  pembentukan inflasi, yaitu kelompok bahan makanan sebesar 0,1842 persen,  kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,0367 persen , diikuti oleh, kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan  bakar sebesar  0,058 persen, kelompok sandang sebesar 0,0134 persen, kelompok kesehatan sebesar 0,0108 persen dan kelompok transport, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,0052 persen.

Ditambahkan,  sebaliknya, dari enam kelompok  pengeluaran, ada satu kelompok  pengeluaran  memberikan andil dalam pembantukan deflasi, yaitu kelompok  pendidikan, rekreasi dan olahraga seberas 0,0030 persen.

Beberapa komoditas yang dominan memberikan andil inflasi, diantaranya, telur ayam ras, lele, bawang merah, rokok kretek dan filter, bahan bakar rumah tangga, jeruk, pisang, ayam hidup, dan daging ayam ras.

Dikatakannya, inflasi Kota Metro menempati peringkat ke-68, dari 82 kota yang diamati perkembangan harganya, 80 kota IHK mengalami inflasi dan 2 kota mengalmi deflasi.

Inflasi tertinggi terjadi di Kupang sebesar 2,09 persen dan inflasi terendah dialami Banda Aceh sebesar 0,02 persen. Sedangkan deflasi tertinggi terjadi di Sorong sebesar 0,15 persen dan deflasi terendah terjadi di Kendari sebesar 0,09 persen.

“Kota Metro pada Desember 2018 berdasarkan perhitungan inflasi tahun kalender (point to point) adalah sebesar 1,64 persen dan inflasi year on year (YoY) adalah sebesar 1,64 persen,” ungkapnya. (Zuli)