oleh

Bupati Tanggamus Ingatkan Warga Agar Waspada Bencana

Harianpilar.com, Tanggamus – Bupati Tanggamus Hj Dewi Handajani mengatakan longsor  di Jalan Lintas Barat (Jalinbar) Pekon Sedayu Kecamatan Semaka, merupakan kehendak yang maha kuasa. Untuk itu, harus lapang dada dalam menghadapi bencana yang terjadi.

“Untuk itu masyarakat yang tinggal didaerah rawan bencana harus mawas diri. Namanya bencana alam tentu tidak dapat diprediksi, tapi kami selalu siap siaga jika terjadi bencana dan masyarakat sementara waktu juga harus mengungsi ketempat aman, khususnya didaerah tebing sebab musim hujan masih terjadi dan tanah juga masih labil,” kata Bupati saat meninjau Jalinbar Pekon Sedayu, Sabtu (01/12/2018) sore.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Tanggamus Hj Dewi Handajani didampingi Kapolres Tanggamus AKBP I Made Rasma, dan Pj. Sekda Hamid Heriansyah Lubis.

Pada kesempatan itu, Bupati memberikan bantuan logistik dan uang tunai bagi Iwan (55) warga Pekon Sedayu yang rumahnya tertimbun longsor.

Bupati mengungkapkan bahwa sembilan kecamatan sudah ditetapkan statusnya menjadi tanggap darurat.” Saya sudah tandatangani pernyataan tanggap darurat untuk sembilan kecamatan yakni, Kecamatan Pematangsawa, Semaka, Bandarnegerisemuong, Wonosobo, Kotaagung Barat, Cukuhbalak, Limau, Kelumbayan Barat dan Kelumbayan,” pungkasnya.

Ditambahkan Pj Sekda Tanggamus bahwa masyarakat yang tinggal didekat tebing Jalinbar Sedayu sudah diungsikan ketempat yang lebih aman.” Tanahnya masih labil dan hujan masih terjadi, jadi sementara warga diungsikan ketempat yang lebih aman,” kata Pj. Sekda.

Ia juga menjelaskan bahwa, pemkab melalui dinas kesehatan sudah mendirikan 17 posko kesehatan yang tersebar di sembilan kecamatan yang telah ditetapkan tanggap darurat.” Selain itu juga armada puskesmas keliling (Pusling) standby 24 jam di puskesmas terdekat, kami juga sudah menyalurkan 60 paket bantuan bagi warga yang terdampak bencana,“ tegasnya.

Sementara Kapolres Tanggamus AKBP I Made Rasma mengungkapkan, apabila tidak terkendala alat berat, diperkirakan dua atau tiga jam kedepan, akses jalan akan dapat dibuka.

“Yang mendapat prioritas kendaraan adalah yang mengangkut logistik, sembako termasuk bahan bakar minyak,” tegasnya Kapolres AKBP I Made Rasma.

Kapolres menjelaskan, jalan tertutup longsor mulai sekitar pukul 4 pagi, hingga saat ini masih banyak kendaraan tertahan. “Polres Tanggamus telah menyampaikan himbauan kepada pengemudi-pengemudi angkutan baik angkutan barang maupun pribadi,” ujarnya.

Kapolres meminta para sopir untuk sementara bersabar, pihaknya juga berkoordinasi dengan kesatuan Polres tetangga yang akan melewati Jalinbar Tanggamus untuk bersabar sampai jalan bisa dibuka kembali.

Kapolres juga berharap awak media dapat menyampaikan informasi tersebut melalui medianya masing-masing, “Kami meminta bantuan teman-teman media untuk dapat membantu menyampaikan melalui media bahwa kepada masyarakat bahwa proses pembukaan jalan sedang dikerjakan,” pungkasnya.

Terpisah Kasat Lantas Polres Tanggamus AKP Dade Suhaeri mengatakan, sekitar pukul 17.20 Wib, satu alat berat/excavator mengalami kerusakan, namun alat berat pengganti sedang dalam perjalanan ke Sedayu.

“Diperkirakan pukul 21.00 Wib jalan dapat terbuka, selanjutnya akan kami informasikan, mohon bersabar ya,” tutur Kasat Lantas AKP Dade Suhaeri melalui sambungan telfone, pukul 20.00 Wib.

Usai Tinjau Lokasi Bencana, Bupati Gelar Rapat Fokus Penanganan Bencana.

Usai meninjau sejumlah lokasi bencana banjir dan tanah longsor di empat Kecamatan Kabupaten Tanggamus, Bupati Hj. Dewi Handajani, SE, MM., didampingi Pj. Sekdakab Drs. Hamid H. Lubis, M.Si., menggelar Rapat Evaluasi dan Fokus Penanganan Bencana Banjir dan Tanah Longsor di Kabupaten Tanggamus yang ditempatkan di Kantor BPBD Tanggamus, Sabtu sore (01/12/2018).

Rapat dihadiri oleh Sekretaris Dinas Sosial Mairosa mewakili Kepala Dinas Sosial, Kabid Kedaruratan Bencana Edy Nugroho mewakili Kepala BPBD, Kabid Humas Derius Putrawan mewakili Kepala Dinas Kominfo, serta Kasi Dinas PU Tanggamus Yusfi, ST.

Dalam rapat yang dipimpin Pj. Sekdakab tersebut, disampaikan bahwa beberapa jam yang lalu Bupati Tanggamus telah menetapkan Status Tanggap Darurat Bencana atas kejadian bencana yang terjadi belakangan ini di Kabupaten Tanggamus. Lebih lanjut Pj. Sekdakab meminta laporan dari BPBD, Dinas Sosial dan Dinas PU terkait lokasi bencana, dampak dan upaya yang telah dilakukan.

Kabid Kedaruratan BPBD Eddy Nugroho melaporkan bahwa bencana banjir dan longsor yang selain terjadi di Kecamatan Kota Agung Barat, Wonosobo, Bandar Negeri Semuong dan Semaka, bencana juga melanda Kecamatan Kelumbayan, Kelumbayan Barat, Limau dan Cukuh Balak. Eddy juga menjelaskan terkait penanganan yang telah dilakukan pihaknya.

“Kita telah menurunkan 1 excavator untuk memperbaiki tanggul yang jebol dan normalisasi sungai melalui akses Way Belu di Kota Agung Barat. Untuk di Sedayu, kita menanggung biaya operasional 2 Excavator milik swasta yang membuka akses jalan disana. Untuk di Kecamatan Kelumbayan dan Kelumbayan Barat juga sudah ada bantuan 2 Excavator dari perusahaan setempat. Kemudian kita juga telah menyewa 3 Excavator, yang saat ini tengah dalam perjalanan, yang peruntukkannya 1 unit untuk Kecamatan Limau terus ke Cukuh Balak, 1 unit untuk Kecamatan BNS, Semaka dan Pematang Sawa, 1 unit lagi untuk di Kecamatan Kota Agung Barat dan Wonosobo. Untuk excavator sewa ini mudah-mudahan malam ini sampai di lokasi, atau paling lambat besok pagi,” terangnya.

Sementara Sekretaris Dinas Sosial Mairosa, menerangkan bahwa pihaknya telah mendistribusikan 200 paket bantuan bufferstok ke warga yang terkena dampak banjir. Selanjutnya untuk bantuan beras akan dikoordinasikan dengan Provinsi.

Atas laporan tersebut, Pj. Sekdakab juga meminta agar BPBD dapat menyelesaikan semua pekerjaan yang ada dengan menggunakan dana talangan Pemkab Tanggamus, atau dengan meminta bantuan dari pihak swasta atau pihak lainnya, baik untuk bantuan alat berat maupun operasionalnya, juga bantuan logistik yang dibutuhkan.

Beliau juga meminta agar dalam penanganan bencana ini dilakukan dengan dua fokus, yaitu mengupayakan untuk membuka atau menormalkan akses transportasi dan selanjutnya bagaimana menangani dampak bencana dan korban bencana. “Yang pertama Saya minta kita fokus pada upaya membuka atau menormalkan akses transportasi dan selanjutnya bagaimana upaya menangani dampak bencana dan korban bencana,” tandasnya.

Selanjutnya Bupati Hj. Dewi Handajani menyampaikanras prihatinnya atas bencana yang terjadi, serta berterima kasih danmengapresiasi penanganan bencana oleh BPBD, pihak terkait dan swasta. “Kita tentunya turut prihatin dengan terjadinya bencana ini. Bunda juga mengapresiasi dan berterima kasih bencana cepat ditangani, baik oleh BPBD dan pihak terkait serta swasta yang telah membantu,” katanya.

Bupati juga menghimbau perusahaan di Tanggamus yang belum membantu, untuk memberikan bantuannya dalam bentuk CSR, khususnya perusahaan yang berada di dekat lokasi bencana. “Silahkan minta bantuan ke perusahaan yang ada, mereka kan ada kewajiban CSR, jelaskan ini untuk kemanusiaan” tegasnya.

Lebih lanjut Bupati meminta agar OPD-OPD ikut peduli dan tanggap atas bencana yang terjadi serta melakukan penanganan bencana dengan skala prioritas dan melakukan langkah agar bagaimana dampak bencana tidak semakin besar. Termasuk dengan menentukan titik-titik rawan bencana di 9 Kecamatan Rawan Bencana, agar kedepan dampak bencana dapat diantisipasi.

Menutup arahannya Bupati meminta warga yang berada di wilayah rawan bencana agar terus waspada serta senantiasa memohon perlindungan kepada Allah SWT. “Bunda himbau agar masyarakat khususnya yang berada di wilayah rawan bencana agar terus waspada serta senantiasa memohon perlindungan kepada Allah SWT, agar bencana tidak terjadi lagi yang akan memberikan dampak kerugian apalagi korban jiwa,” tutupnya.(Siswanto/Maryadi)