oleh

Akhirnya, Korban Tenggelam Sungai Way Krui Ditemukan

Harianpilar.com, Pesisir Barat – Setelah dua hari hilang, Ali Yurja (65) warga Banjar Agung, yang hanyut terbawa arus Sungai Way Krui pada Jumat (02/11/2018), akhirnya ditemukan di Teluk Krui pelabuhan Kuala, Minggu (04/11/2018) sekitar pukul 06.00 Wib.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Peisisir Barat Syaipullah Amir, mengatakan bahwa berkat kerja keras Tim Baik BPBD, satlak dan warga, korban yang hanyut telah ditemukan.

“Setelah kita melakukan Pencarian selama kurang lebih 2 hari Alhamdulillah usaha kita membuahkan hasil, korban yang hanyut terbawa arus Sungai Way Krui pada Jumat (02/11/2018), akhirnya ditemukan di Teluk Krui atau pelabuhan Kuala,” ujarnya.

Setelah ditemukan mayat korban langsung dibawa ke Puskesmas terdekat, untuk selanjutnya akan diserahkan kepada pihak keluarga di Pekon Banjar Agung Kecamatan Way Krui.

Sebelumnya, BPBD  kabupaten Pesisir Barat dan tim dari instansi dan OPD terkait terus melakukan pencarian orang hilang yang diduga hanyut terseret arus luapan banjir Way Krui,  di Kecamatan Way Krui,Pesisir Barat,  pada Jumat (02/11/2018).

Kepala BPBD Kabupaten Pesisir Barat Syaifullah, mengatakan sampai saat ini pihaknya terus melakikan penyisiran sepanjang sungai Way Krui, muara sungai, dan laut disekitar muara sungai Way Krui. Namun korban tersebut,  Ali Yurza (65), warga Pekon Banjar Agung, Kecamatan Way Krui, belum ditemukan.

“Kami sampai sekarang masih mencarinya. Menyisir aliran sungai dengan perahu karet,  menyelam di bagian bagian sungai yang dalam.  Menyisir  laut setempat,” kata Syaifullah, saat dihubungi lampung post,  Sabtu (03/11/2018) sekitar pukul 14.30 wib.

Pihaknya memastikan warga tersebut memang korban hanyut oleh banjir saat mau menyeberang sungai dari kebunnya hendak pulang kerumah. “Ya dari informasi peratin (kepala desa)  dan teman dari korban, korban hanyut, ” kata Syaifullah.

Meski Sabtu (03/11/2018) hujan deras kembali melanda Pesisir Barat,  di beberapa titik jalan dari pantauan lampost.co,  dari pasar Krui kecamatan Pesisir Tengah sampai pekon gunung kemala di kecamatan Way Krui, genangan dan luapan air memenuhi badan jalan yang ada,  sehingga kendaraan yang lewat harus berhati hati dan memperlambat laju kendaraan mereka.  Namun kata Syaifullah , pihaknya belum mendapat laporan tentang adanya peristiwa musibah alam dari para pihak dan masyarakat.

“Belum ada laporan masuk. Kalau imbauan seperti biasa waspada hati hati dan berdoa semoga bencana alam tidak terjadi, ” kata dia.  (Daniel)