Harianpilar.com, Lampung Timur – Dinsos Lamtim bersama PPKH dan lembaga kursus dan pelatihan setempat menggelar seminar sehari tentang “Pemanfaatan Limbah Rumah Tangga Melalui Wirausaha Bank Sampah dan Koperasi”. bertempat di gedung pusiban baru baru ini.
Acara seminar tersebut dibuka oleh Kepala Dinas Sosial Kabupaten Lampung Timur H Mahmud Yunus, SKM, MMKm, dalam sambutannya Yunus menyampaikan kepada peserta seminar, bahwa kegiatan ini sangat baik sekali untuk mengembangkan kapasitas sebagai Pendamping Sosial PKH, kedepan kita akan buat kegiatan seperti ini lebih banyak dan rutin, agar Pendamping Sosial PKH benar-benar menjadi agen perubahan untuk menjadikan masyarakat Lampung Timur khususnya KPM PKH lebih sejahtera sehingga bisa terbebas dari jerat kemiskinan, “harapnya”.
Sementara, koordinator PKH Kabupaten Lampung Timur Asep Hermawan, S.Kom mengatakan bahwa Kegiatan tersebut menghadirkan narasumber Joko Pranoto seorang penggiat atau aktivis Bank Sampah Werausaha Sukses Mandiri dari Kabupaten Cirebon dan M. Sonny Lesmana penggiat Wirausaha Koperasi sekaligus salah satu penggagas Koperasi Pemasaran Keluarga Harapan Prima Kecamatan Beber Kabupaten Cirebon Jawa Barat.
Di hadapan 300 lebih peserta Pendamping Sosial PKH dari 24 Kecamatan Se Kabupaten Lampung Timur, narasumber Bank Sampah Joko Pranoto menjelaskan peluang-peluang berwirausaha dengan memanfaatkan keterampilan dan kreatifitas yang dimiliki oleh warga masyarakat dalam hal ini Keluarga Penerima Manfaat Program Keluarga Harapan. Serta juga peluang usaha yang bisa diciptakan dengan memanfaatkan limbah rumah tangga, seperti sampah. Sampah disini bisa dimaksimalkan menjadi suatu sistem usaha dengan menjadikan sampah daur ulang menjadi “tabungan”. Dan tempat menabungnya adalah di BANK SAMPAH.
Bank Sampah merupakan program salah satu solusi persoalan penanggulangan sampah. Selain bertujuan untuk kesehatan dan kelestarian lingkungan, Bank Sampah pada dasarnya beroperasi seperti Bank perbankan. Menabung dan hasilnya bisa dinikmati berupa uang. Di Bank Sampah, hasil yang bisa didapat selain dari uang juga bisa dalam bentuk Sembako dan layanan produk lainnya.
Menurutnya Bank Sampah ini sangatlah menarik, karena kita cukup menabung dengan sampah, dapat nomor rekening dan buku tabungan, tabungan sampah yang kita miliki bisa dilakukan penarikan juga. Penarikan nantinya adalah berupa uang atau sembako. Ini lah yang dikatakan menarik. Sampah yang tidak berguna kita tabung di Bank Sampah dan kita bisa mendapatkan uang melalui penarikan berskala.
Dengan moto ”Menabung dalam bentuk sampah, cair dalam bentuk rupiah, menciptakan hidup lebih bersih dan hari lebih baik”, Bank Sampah menjadi solusi penanganan sampah yang selama ini menumpuk dan terkadang tidak terurus dan menimbulkan masalah baru seperti polusi udara dan baua dan program Bank Sampah ini merupakan salah satu program yang akan dijalankan oleh oleh para peserta yang hadir dikegiatan seminar ini.
Program ini rencana nya akan di sosialisasikan dalam waktu dekat. Semoga dengan salah satu program ini, bisa membatu melestarikan lingkungan, meminimalisir permalasahan yang dikarenakan sampah dan tentunya bisa membantu kesejahteraan warga masuarakat Kabupaten Lampung Timur pada umumnya.
Sementar itu, Tutik Agusrini dari Lembaga Kursus dan Pelatihan setempat mengatakan bahwa model kegiatan seperti ini akan kami rencanakan secara rutin untuk menambah wawasan dan motivasi bagi para pendamping sosial di Kabupaten Lampung Timur dengan dukungan instansi terkait khususnya Dinas Sosial dan PPKH Lampung Timur,” pungkasnya. (CAN/END).









