Harianpilar.com, Bandarlampung – Calon legislative (Caleg) asal PDIP untuk DPRD Kabupaten Pringsewu daerah pemilihan (Dapil) Pringsewu III, Kecamatan Gadingrejo nomor urut 1, Aris Wahyudi, ST mengaku menjadi salah satu korban dari program pembangunan rumah bersubsidi yang bawa oleh CV. Tjita Irsada Raya (CV. TIR).
Aris mengatakan bahwa program satu juta rumah bersubsidi yang telah dilakukan dibeberapa wilayah di Lampung, sebagai pembawa program dan penanggung jawab adalah CV. TIR yang dipimpin Marworto sebagai direktur dan Sigit Konsenon yang merupakan Sekertaris pembawa program.
Dimana CV. TIR tersebut, kata Aris bekerja mengejar target pembangunan rumah bersubsidi di beberapa wilayah di Lampung.
“Saya adalah salah satu yang ditawari suksesnya pelaksanaan program tersebut sebagai pelaksana pembangunan. Dengan prosedur bahwa nasabah atau peminat mendaftarkan dan menyetorkan dana awal kepada CV. TIR, sesuai dengan type dan ukuran rumah yang nominalnya berbeda beda hingga pembangunan tersebut terselesaikan,” katanya melalui rilis yang dikirim ke Redaksi Harian Pilar, Rabu (31/10/2018).
Selanjutnya, kata Aris CV. TIR mencari pelaksana untuk membangun perumahan tersebut yang biaya pembangunannya sepenuhnya ditanggung oleh pelaksana. Dengan perjanjian kontrak antara CV. TIR dan pelaksana bahwa dana kompensasi dari pemerintah melalui CV. CIR akan diberikan secara bertahap sesuai dengan progres pembangunan (90 hari kerja) pada pelaksaan.
Namun demikian, kata Aris, sampai batas waktu kontrak habis dana kompensasi belum juga turun dari CV. TIR kepada pelaksana, bahkan sampai 3 unit rumah selesai dibangun di Pringsewu dan sudah ditempati oleh pemiliknya.
“Dalam hal ini saya sebagai pelaksana adalah salah satu korban dari program pembangunan rumah bersubsidi yang bawa oleh CV.TIR.
Hal serupa juga disampaikan Warjono, caleg PDIP Dapil Keamatan Jatiagung, Kabupaten Lampung Selatan. Dia mengatakan dirinya ditawari program perumahan bersubsidi oleh Direktur CV.TIR Marwoto.
Semula dia tidak menggubrisnya, namun lantaran selalu ditawari akhirnya mau mengikuti tawaran tersebut. “Saya semula malas mengikuti program perumahan bersubsidi tersebut, tapi karena selalu didesak akirnya menuruti,” akunya.
Begitu 3 unit rumah dibangun, dana kompensasi sebagaimana yang dijanjikan Marwoto sampai sekarang belum juga cair.
Sama halnya yang disampaikan Kepala Desa Negara Ratu, Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan Hery Putra. Dia mengaku menjadi korban program rumah bersubsidi. Namun sayangnya dia tidak merinci lebih lanjut.
Direktur CV. Tjita Irsada Raya Marwoto mengatakan kuota perumahan bersubsidi di Lampung sudah terpenuhi yakni 30 unit rumah. “Dari jumlah tersebut tersebar di Pringsewu 3 rumah, Pesawaran (3), Natar (7), Jatiagung (3), Balinugara (1) sisanya di Tanjungbintang,” kata dia, Senin (29/10/2018).
Dia mengatakan mustinya pencairan dilakukan pada saat pekerjaan mencapai 50 persen, 75 persen dan 100 persen. “Sampai pekerjaan selesai semua dana konpensasi belum juga cair,” tukasnya.
Dia juga mengaku menjadi korban ibu Rizayati yang mengaku pegawai Sekretariat Negara di Jakarta. “Saya juga menjadi korban ibu Rizayati. Kini ibu Rizayati malah mencalonkan diri sebagai Anggota DPR RI, asal Partai Nasdem asal Dapil Bogor,” katanya.
Namun demikian, sampai berita ini diturunkan Rizayati belum berhasil dikonfirmasi. (Maryadi)









