Harianpilar.com, Bandarlampung – Satu dari empat anggota DPRD Lampung yang mencalonkan diri dan pindah partai segera diberhentikan melalui Pergantian Antar Waktu (PAW).
Pasalnya, surat persetujuan untuk PAW telah diteken oleh Ketua DPRD Lampung. Adalah PAW Anggota DPRD Lampung dari Partai Golkar Mirzalie yang pindah ke Partai Gerindra.
Sementara, untuk tiga anggota DPRD Lampung lainnya masih On Proses. Adalah Anggota DPRD Lampung dari Partai Hanura Yozi Rizal yang pindah ke Partai Demokrat, Anggota DPRD Lampung dari PKB Midi Iswanto dan Khaidir Bujung yang pindah ke Partai Demokrat. Untuk Partai Hanura masih diproses di Kemendagri dan untuk PKB masih diproses di KPU.
Ketua DPRD Lampung, Dedi Afrizal mengatakan, yang sudah siap untuk PAW baru dari Partai Golkar. dirinya pun mengaku telah meneken surat persetujuan untuk PAW dari Mirzalie ke Indra Ismail.
Menurutnya, PAW tersebut untuk menindaklanjuti Surat Keputusan dari Menteri Dalam Negeri (Mendagri) terkait PAW di DPRD Lampung.
“Rencananya hari ini kita putuskan di Banmus dan rapim, tapi karena belum korum kita akan agendakan ulang, ” ujarnya saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (30/10/2018).
Sementara untuk Partai Hanura, kata dia, masih berproses di Kemendagri. “Tapi hari ini kita minta untuk dinaikan agar cepat prosesnya, ” ucapnya.
Lalu untuk Partai Demokrat, anggota Fraksi PDIP DPRD Lampung ini mengatakan masih berproses di KPU Lampung.
Lebih lanjut, dirinya memastikan tiga anggota dewan tersebut dipastikan untuk segera di-PAW-kan. Meskipun sempat terkendala dalam kelengkapan persyaratan berkas.
“Untuk proses di DPRD sudah clear, tinggal proses di kpu dan kementrian, ” tandasnya.
Terpisah, Wakil Ketua DPRD Lampung Ismet Roni, PAW dari Mirzalie kepada Indra Ismail, sudah disahkan Menteri Dalam Negeri melalui surat 161.18-8234 tahun 2018 tentang Pengangkatan Pergantian Antar Waktu (PAW) Anggota DPRD Lampung.
“SK PAW Pak Indra Ismail sudah keluar. DPRD secepatnya menindak lanjuti dan menggelar rapat untuk menentukan jadwal pelantikannya pada hari ini (Selasa, red),” kata Ismet Roni. (Ramona).









