oleh

Bawaslu Diminta Ikut Selesaikan Pelanggaran Pemilu

Harianpilar.com, Bandarlampung – Badan Pengawasan Pemilu (Bawaslu) diminta untuk tidak hanya selalu mencitrakan slogan pengawasan, tapi juga diminta untuk turut turun ke lapangan menyelesaikan persoalan pelanggaran pemilu sampai pada akarnya.

Pasalnya, berdasarkan pengalaman pilkada serentak sebelumnya banyak persoalan dugaan pelanggaran yang tidak terselesaikan bahkan ada yang proses penindakannya tidak berlanjut. Seperti dugaan kasus money politik di Provinsi Lampung.

Anggota DPD RI asal Lampung, Andi Surya mengatakan, Bawaslu mesti lebih intensif melakukan pengawasan terhadap daerah-daerah yang dikategorikan rawan kecuranga pemilu.

Senator asal Lampung ini mencontohkan seperti daerah Provinsi Lampung. Menurutnya, Provinsi Lampung perlu dilakukan pengawasan yang lebih intensif karena diketahui Lampung sebagai salah satu wilayah rawan money politik.

“Dalam Pilgub Lampung kemaren masalah money politik hingga masuk ke ranah MK. Ini menunjukkan bahwa money politik bisa saja merambah ke pemilu dan pilpres mendatang, ” ungkapnya, Selasa (25/09/2018).

Selain itu, lanjut dia, mantan politisi Hanura ini juga mengingatkan kepada jajaran Bawaslu agar independen dan kredibel dalam menjalankan tugasnya.

“Kami perlu mengingatkan Bawaslu agar lebih independen dan kredibel sehingga pengawasan pemilu tidak hanya slogan saja tetapi secara substantif mencapai titik-titik rawan yang ada di setiap dapil, ” tukasnya.

Sementara itu, Ketua Bawaslu, Abhan menjelaskan, pihaknya akam terus melakukan upaya sosialisasi pencegahan melalui kerjasama dengan beberapa stakeholder. Seperti tokoh pemuda dan tokoh masyarakat.

Untuk keamanan, lanjut dia, pihaknya juga terus berkoordinasi dengan pihak Polri dan TNI. “Besok (hari ini) launching indeks rawan pemilu, bagian dari upaya pencegahan. Akan disusun strategi lebih optimal. Diharapkan kampanye hitam dan money politik bisa ditekan. Ujar Ketua Bawaslu, ” tukasnya. (Ramona).