oleh

Pemkab Lampura Bantu Anak Kerkelainan Penyakit

Harianpilar.com, Lampung Utara – Pemerintah Kabupaten Lampung Utara (Pemkab Lampura) memberikan bantuan pada warga yang memiliki anak berkelainan penyakit di Desa Ajikagungan, Kecamatan Abung Kunang, Selasa (18/09/2018)

Kepala Dinas Kesehatan dr. Maya Merusak mengatakan jajaran Dinas Kesehatan untuk turun langsung melihat keadaan warganya. Sambil memberikan bantuan dari pemerintah daerah, pihaknya mengaku baru mengetahui itu dari wartawan. Sehingga baru dapat memberikan instruksi pada jajarannya.

“Saya baru tahu ini, terima kasih kepada kawan-kawan semua. Inilah namanya bermitra, harus ada saran dan masukan. Akan saya telpon langsung Dinas Kesehatan agar dapat turun dan memberikan bantuan diperlukan mereka,” kata dia saat diwawancarai di halaman pemkab setempat.

Jajarannya lantas turun menyambangi kediaman warga memiliki anak berkelainan dengan riwayat penyempitan pembuluh otak dan infeksi paru. Akibat latar belakang pengetahuan dan kemampuan orang tua yang kurang. Karena tidak memiliki uang sehingga terpaksa hanya merawat dirumah dengan segala keterbatasannya.

“Kami turun kesini dalam rangka memberikan bantuan seperlunya kepada warga yang memiliki anak berkelainan penyakit ini. Semoga dapat brrmanfaat bagi peningkatan kesehatan sang anak,” kata Maya.

Menurut Maya, penyakit diderita sang bocah (Alfa Aleksa) bukan termasuk dalam kasus stunting. Melainkan akibat penyakit TBC ditularkan sang kakek memiliki penyakit berbahaya itu. Sehingga bakteri dari paru-paru itu menjalar sampai kelapisan otak atau bahasa lainnya TBC meningitis yang menyerang selaput otak.

“Ya ini akibat ketidak tahuan keluarga, dan kita bisa lihat sendiri kondisinya demikian. Jadi hari ini kami datang atas perintah bapak bupati membantu pengobatan, paling tidak akan lebih ringan. Juga ada bantuan tali asih dari beliau untuk sekedar meringankan beban keluarga tertimpa musibah ini,” terangnya.

Melihat kondisi tersebut, Ketua IMM Lampura Jefri Ramdani merasa prihatin dengan keadaan sang anak. Meski berita telah diturunkan sejak, Minggu (16/09/2018), belum ada satupun dari pihak pihak pemerintah turun untuk sekedar melihat keadaan sang warga memiliki anak berpenyakit kelainan itu. Disebabkan latar belakang ekonomi keluarga dari golongan tidak mampu, sebab mereka hanya mengandalkan mata pancaharian dari buruh serabutan.

“Kami telah meninjau kesini, dan kemarin kita telah menggalang dana. Baik iti dari intern organisasi maupun masyarakat dengan aksi penggalangan dana di Tugu Payanmas Kotabumi, “kata dia.

Berangkat dari keprihatianan itulah ia berinisiatif berkoordinasi dengan para senior dan realasinya. Bahkan sebelumnya dari organisasi IMM sempat akan memberikan bantuan, bila tidak ada dari pihak pemerintah yang datang. Meskipun telah ada yang berkunjung, pihaknya dalam waktu dekat juga akan memberikan santunan sebagai bentuk solidaritas terhadap warga kurang mampu itu.

“Dalam waktu dekat kita akan memberikan santunan, sekedar meringankan beban keluarga Seperti sepatu kesehatan misalnya, nanti akan kita berikan,” tambahnya.(iswant/Yoan)