oleh

Dendi Minta FGD Tingkatkan Pembangunan Keparawisataan

Harianpilar.com, Pesawaran – Bupati Pesawaran, Dendi Ramadhona mengharapkan dengan terselenggaranya Forum Group Discusion (FGD) Destination Branding mampu meningkatkan pembangunan keparawisataan di Bumi Andan Jejama menuju Bumi Wisata 2035.

Sebab kata Dendi, melalui momentum FGD ini, dirinya menilai dapat mengembangkan potensi Sumber Daya Unggulan untuk kesejahteraan masyarakat.

Dendi mengatakan, dengan keberagaman potensi alam dan ketersedian lahan yang dimiliki oleh kabupaten pesawaran. Tentunya memberikan peluang untuk dapat dimanfaatkan secara optimal. Dimana ia menyebut, berbagai potensi sumberdaya alam dan sumberdaya manusia di Kabupaten Pesawaran yang masih dapat dikembangkan lebih lanjut, diantaranya , memiliki bentang pesisir ± 120 km, 39 pulau besar dan kecil, tiga pulau yang terbesar diantaranya adalah Pulau Legundi, Pulau Pahawang dan Pulau Kelagian. Dan ditambah dengan 18 pantai, 19 objek wisata air terjun, 3 sumber air panas, 1 Kampung Tapis, 1 kampung adat (JKPI).

Menurut Dendi, sebagai daerah yang baru berkembang, Kabupaten Pesawaran mempunyai banyak potensi obyek wisata, dengan Pulau Pahawang sebagai destinasi andalannya. Dan ia mengaku, jika selama kurun waktu lima tahun terakhir kegiatan pariwisata telah berkembang dengan pesat. Barometernya kata dia, dapat dilihat dari jumlah kunjungan wisata yang mengalami kenaikan sebesar 15% pertahun. Selain itu terjadi peningkatan jumlah home stay yaitu 176 buah sampai dengan akhir tahun 2017.

“Dengan begitu berarti sektor Pariwisata telah mampu mengurangi angka pengangguran atau menciptakan lapangan kerja di Kabupaten Pesawaran ” kata Dendi, Selasa (18/09/2018) diaula Teluk Ratai Pemkab Pesawaran.

Selanjutnya Dendi menyatakan, bahwa Pariwisata merupakan sektor yang sangat stratetis bagi kemajuan pembangunan daerah, oleh karena itu untuk memaksimalkan hal tersebut diperlukan peran aktif seluruh lapisan masyarakat dalam melaksanakan pembangunan dengan bersungguh-sungguh dan berkolaborasi. Namun begitu hendaknya kolaborasi itu harus terjadi antara seluruh elemen masyarakat,  pemangku kepentingan pariwisata, pemerintah, dunia pendidikan, swasta, dengan bekerja bersama membangun daerah dan mewujudkan tujuan dan sasaran pembanguan kepariwisataan.

“Dalam kaitan inilah, program penyusunan kajian strategi pengembangan Destination Branding  ini dilaksanakan, sehingga diharapkan dapat di arahkan untuk menggali potensi sumber daya unggulan daerah ” papar Dendi diakhir pembicaraan. (Fahmi/Mar)