oleh

Pasca Lumpuh Akibat Banjir Bandang, Jalinpanbar Kembali Normal

Harianpilar.com, Pesisir Barat – Pasca lumpuh total akibat banjir bandang dari luapan air Way Mahnai dan hempasan ombak, Jalan Darurat Lintas Pantai Barat (Jalinpanbar) KM 20 Pekon Mandiri Sejati, Kecamatan Krui Selatan, Kabupaten Pesisir Barat (Pesibar) kini kembali normal.

“Koandisi jalan, kini sudah kembali normal, sudah bisa dilalui kendaraan jenis roda dua dan roda empat,” kata Kapolsek Pesisir Tengah, Kompol M. Daud, Minggu (02/09/2018).

Daud mengatakan jalan darurat tersebut bisa dilalui untuk kendaraan roda dua dan roda empat dengan sistem buka tutup. “Bisa dilalui kendaraan roda dua dan roda empat saja dengan sistem buka tutup. Sementara untuk kendaraan roda enam belum bisa melintas karena kondisi jalan alternatif yang ditimbunan menggunakan pasir masih gembur dikhawatirkan roda kendaraan roda enam amblas,” jelas Daud.

Dia menjelaskan, 2 unit eksavator PT SBR (Sang Bima Ratu) dan Dinas PU Pemkab Pesisir Barat masih terus bekerja menambah dan memadatkan jalan alternatif.

“Personil Polsek Pesisir Tengah tetap stand by di lokasi secara bergantian di KM 20,  untuk membantu warga dan memberikan rasa aman dan nyaman kepada pengguna jalan,” imbuhnya.

Untuk sementara tidak ada hambatan. Personil Pam dari Polsek Pesisir Tengah melaksanakan tugas secara bergantian dan maksimal.

“Tetap mengimbau kepada para pengemudi kendaraan untuk tetap berhati-hati saat melintas di jalan darurat. Karena timbunan pasir tersebut masih gembur,” pungkas Daud.

Sebelumnya pada Jumat (31/08/2018) Jalan Lintas Barat di Pekon Mandiri Sejati, Krui Selatan, Pesisir Barat kembali putus akibat banjir bandang, sejak pukul 19.40 WIB. Semua jenis kendaraan tidak bisa melintas.

Pada tanggul pasir yang jadi andalan agar semua kendaraan dapat melintas lewat pantai ambrol diterjang banjir bandang Sungai Mahenai.

Akibat ambrolnya tanggul, membuat antrian kendaraan terjadi dari arah Bandar Lampung dan Kabupaten Tanggamus serta dari arah Krui, Kabupaten Pesisir Barat Pesibar dan Provinsi Bengkulu.

Banjir bandang serupa pernah menyebabkan jembatan ambrol tahun lalu. Jembatan sementara (balley) tak berumur panjang, truk fuso membuat jembatan darurat tersebut rusak.

Semua kendaraan, terutama roda empat melintas lewat pantai. Jalan pantai sempat tak dapat dilalui akibat diterjang ombak besar Samudra Indonesia yang memporak-porakan timbunan pasir bulan lalu.

Sebulan lalu, Sabtu (28/07/2018),  Pemkab Pesisir Barat (Pesibar) menurunkan eskavator untuk pengerasan kembali dan membuat gundukan pasir agar pantai dapat dilalui kendaraan.(Daniel/Maryadi)