Harianpilar.com, Lampung Timur – Pemkab Lampung Timur (Lamtim) melalui Dinas Sosial (Dinsos) Lamtim menyelenggarakan kegiatan peningkatan kualitas SDM Taruna Siaga Bencana (Tagana) di Balai Desa Tanjung Tirto, Kecamatan Way Bungur, Senin (13/08/2018).
Kepala Dinas Sosial Lamtim Mahmud Yunus mengatakan, pelayanan penanggulanggan bencana adalah untuk upaya yang terarah, terpadu dan berkelanjutan yang dilakukan pemerintah daerah dan masyarakat dalam bentuk wahana kesejahteraan sosial pada masyarakat.
Maka sambungnya, pelayanan sosial adalah untuk memenuhuhi kebutuhan dasar setiap warga negara yang meliputi pengembangan program-program organisasi kemasyarakat dan wadah serta sarana bagi masyarakat dan pemerintah dalam mengembangkan kesejahteraan sosial.
“Kegiatan peningkatan kualitas SDM Tagana bertujuan untuk menciptakan anggota Tagana yang tanggap, cepat dan tepat dalam menanggulangi dan mendeteksi kejadian bencana alam dan bencana sosial yang terjadi seperti banjir, kebakaran, angin puting beliung dan konflik massa,” kata dia.
Dikatakannya, pada kegiatan ini anggota Tagana juga bertujuan meningkatkan kemampuan, kepedulian dan tanggung jawab sosial para anggota Tagana dalam Tupoksi nya dalam penanggulangan bencana.
Karena sejak dahulu manusia menghadapi bencana alam yang dapat memusnahkan populasinya, selain itu bemcana alam dapat membuat kerusakan baik dibidang ekonomi, sosial maupun lingkungan.
Datangnya bencana, selain tanda-tanda yang dilihat dari alam tanda-tanda tersebut dapat dengan mudah disebarluaskan seiring dengan berkembang dan majunya alat komunikasi.
“Ada cara yang sangat tepat untuk menginformasikan tanda-tanda bencana alam pada masyarakat yaitu dengan mendirikan pusat informasi bencana alam . Pusat informasi ini dibangun didaerah yang rawan bencana alam,” jelasnya.
Pusat informasi ini, tambah yunus, juga menyediakan database informasi Dan tempat menyebarluasan semua hal mengenai bencana alam.
“Diantaranya pembuatan media informasi bencana alam seperti barang cetak, pamflet, leaflet, komik popular, video, rekaman suara dan sebagainya,” terangnya.
Kemudian, penyuluhan dan sosialisasi bencana alam Yakni bekerja sama dengan LSM yang mengenai masalah bencana alam dan pemetàan daerah rawan bencana alam tersebut melalui survey yang mendetail oleh pihak-pihak terkait seperti BMKG dan PVMBG.
Adapun upaya dalam penanggulangan bencana alam dianataranya bekerjasama dengan berbagai lapisan masyarakat, manajemen penanggulangan bencana dilapangan yakni pencarian korban secepatnya, menyelamatkan korban, pertolongan pertama pada korban dan stabilitas terhadap korban selanjutnya koordinasi pasca bencana.
Oleh karena itu, pada kegiatan inii seluruh peserta menjadi lebih mengerti tentang peranan dan fungsi Tagana dalam meningkatkan pelayanan penanggulangan bencana alam, bencana sosial dan bencana lainnya. (CAN/END)









