Harianpilar.com, Bandarlampung – Children Crisis Center (CCC) Lampung bekerjasama dengan Yayasan Sekretariat Anak Merdeka Indonesia (SAMIN) Yogyakarta menggagas sistem Perlindungan Anak Berbasis Komunitas.
Hal tersebut guna mendorong keterlibatan peran masyarakat dalam menciptakan ruang yang aman dan nyaman bagi anak telah menginspirasi lahirnya Program Peduli dengan semangat inklusi sosial bagi anak marginal di Indonesia.
Manager Program Peduli, CCC Lampung, Dewi Astri Sudirman. S.H. menyampaikan, pihaknya akan mengawali program tersehut dalam rentang waktu empat tahun di 2 (dua) komunitas eks Lokalisasi Pemandangan Wai Lunik dan Panjang Selatan, Bandarlampung.
“Di dua komunitas ini, bersama masyarakat CCC membentuk Komite Pendidikan Masyarakat (KPM) sebagai wadah bersama untuk mencari jawaban dari persoalan-persoalan anak yang muncul dilingkungan tersebut dan menumbuhkan rasa tanggung jawab masyarakat terhadap perkembangan lingkungan sosial anak,” terang dia dalam siaran persnya, Senin (23/07/2018).
Selain itu, lanjut dia, lewat Program Peduli lambat laun anak-anak korban mendapatkan tempat yang nyaman dan aman berbaur bersama teman sebaya.
“Inklusi sosial yang dikembangkan di dua komunitas di Kecamtan Panjang ini terbukti efektif mengurangi stigma negative dan trauma berkepanjangan pada anak korban,” ungkapnya.
Dijelaskannya, program inklusi yang dikembangkan CCC Lampung juga telah mengilhami gerakan Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM) Kota Bandarlampung. PATBM telah mengadopsi praktik baik program inklusi sosial yang dikembangkan CCC Lampung. Kerjasama CCC Lampung dan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Kota Bandarlampung.
“Tidak hanya sampai disini CCC membentuk organisasi forum anak di tingkat Kelurahan sehingga mampu mengantarkan anak marginal terlibat aktif di Forum Anak Kota Bandarlampung, dan saat ini empat anak terlibat pada temu anak se Indonesia pada peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2018 yang di selenggarakan oleh Kementrian PPPA di Purwodadi, Pasuruan Jawatimur,” sambung dia.
“Saat ini 4 anak dari Komunitas Panjang Selatan dan Wai Lunik mengikuti kegiatan Temu Anak Peduli yang mengusung tema “Pusparagam Anak Indonesia” di Surabaya pada tanggal 20-22 Juli 2018 yang di hadiri 164 anak dari 31 kabupaten/kota yang berasal dari kelompok-kelompok yang selama ini terabaikan atau anak yang membutuhkan perlindungan khusus mereka berbaur, berbagi pengalaman, dan bermain bersama anak-anak dari berbagai daerah di Indonesia,” ujar dia.
Setelah itu, masih kata dia, pada tanggal 23 Juli 2018 anak-anak bertolak ke Kebun Raya Purwodadi, Pasuruan Jawa Timur guna menghadiri Peringatan Hari Anak Nasional GENIUS 2018 bersama ribuan anak lainya dan Para Pejabat Negara setidaknya 180 Kepala Daerah dari seluruh Provinsi di Indonesia.
Dilanjutkannya, di Bandar Lampung sendiri CCC bekerjasama dengan Dinas PPPA dan Kecamatan Panjang akan membentuk kepanitian bersama rangkain kegiatan Peringatan Hari Anak Nasional 2018 di awali dengan Kegiatan Semiloka Praktek Baik Penanganan AYLA (anak yang dilacurkan) di Kota Bandarlampung hingga pada puncaknya kegiatan Gebyar Hari Anak Nasional pada tanggal 2-3 Agustus 2018 yang dilaksanakan di Kecamatan Panjang.
“Kegaiatn ini anak melibatkan pertisipasi aktif forum anak Kelurahan dan Forum Anak Kota Bandarlampung serta OPD lainya,” jelasnya.
Lebih lanjut, dirinya berharap program tersebut wmbawa dampak positif bagi anak-anak.
“Harapannya pada Momentum Hari Anak Nasional 23 Juli 2018 ini kami, Bandarlampung dapat mewujudkan ruang aman dan nyaman bagi anak, mengingat Bandar Lampung sedang menuju Kota Layak Anak, Membangun Layanan Identitas, Pendidikan dan Kesehatan yang Ramah Anak serta melibatkan anak dalam proses pembangunan di Kota Bandarlampung, ” pungkasnya. (Ramona)









