oleh

Mahasiswa Unila Gagas Gerakan 3M

Harianpilar.com , Tanggamus – Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Lampung (Unila) yang tergabung dalam Program Kreatifitas Mahasiswa bidang Pengabdian Masyarakat melaksanakan kegiatan Pemberdayaan Kader Posyandu Guna Menyukseskan Program Kesehatan Pemerintah dengan Sistem Gerakan 3 M (Perikardium) di Desa Gunungtiga, Kecamatan Ulubelu, Kabupaten Tanggamus.

Kegiatan tersebut dilaksanakan selama tiga bulan, sejak April hingga Juni. Perikadium merupakan program yang fokus pada peningkatan ketrampilan kader posyandu sehingga para kader dapat lebih berperan aktif dalam pelaksanaan posyandu. Program ini terdiri dari penyuluhan, pelatihan, simulasi ketrampilan, sharing, dan evaluasi dalam hal penerapan gerakan 3M yaitu mengukur dan mengedukasi status gizi balita, meningkatkan cakupan imunisasi lengkap pada balita, dan meningkatkan kunjungan antenatal care (kunjungan kehamilan) minimal 4 kali pada ibu hamil.

Dalam pelaksanaannya, diberikan pula sarana yang menunjang pelaksanaan gerakan 3M, yaitu alat pengukur tinggi badan, timbangan badan, dan alat pengukur tekanan darah.
“Kami memilih Desa Gunungtiga karena masih ditemukan balita dengan gizi buruk di desa ini, banyak pula ibu hamil yang proses persalinannya tidak dibantu oleh tenaga kesehatan, dan akses ke pelayanan kesehatan primer yang cukup jauh serta minimnya tenaga kesehatan, yakni hanya terdapat satu bidan di Desa Gunungtiga. Oleh karena itu, penting meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader posyandu selaku ujung tombak kesehatan ibu dan anak,” rerang Rika Rahmawati selaku ketua tim PKM-M Perikadium.

Ia berharap program ini dapat meningkatkan ketrampilan kader posyandu dalam upaya promotif dan preventif kesehatan ibu dan anak, menurunkan angka kematian ibu, bayi, dan balita, serta dapat menjadi salah satu pilihan yang dapat diterapkan di posyandu daerah lainnya, sehingga program posyandu dapat terlaksana dengan baik dan optimal.
Tingkatkan Ketrampilan Kader Posyandu, Mahasiswa Universitas Lampung Gagas Gerakan 3M.

Tingginya angka kematian ibu, bayi, dan balita hingga saat ini masih menjadi salah satu masalah kesehatan di Indonesia yang belum terselesaikan. Salah satu program pemerintah untuk menurunkan angka kematian ibu dan bayi adalah Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) yang merupakan garda terdepan dalam meningkatkan kesehatan khususnya bagi ibu dan anak di tengah masyarakat.

Tenaga utama pelaksana posyandu adalah kader posyandu, yang kualitasnya sangat menentukan dalam usaha meningkatkan kualitas pelayanan yang dilaksanakan. Namun, fakta di lapangan menunjukkan masih minimnya pengetahuan para kader posyandu. Minimnya pengetahuan kader posyandu mengenai pentingnya upaya promotif dan preventif kesehatan ibu dan anak menyebabkan kader kurang berperan aktif dalam pelaksanaan program posyandu, yang hal ini secara tidak langsung berdampak pada peningkatan angka kematian ibu, bayi, dan balita. (Mar/Lps)