oleh

Proyek Pasar Dayamurni ‘Berpotensi’ Rugikan Negara

Harianpilar.com, Bandarlampung – Pelaksanaan proyek Proyek jasa konstruksi fisik pembangunan pasar rakyat Dayamurni Kabupaten Tulangbawang Barat tahun 2017 milik Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) yang diduga kuat sarat penyimpangan berpotensi merugikan Negara. Sebab, proyek itu baru saja di resmikan namun justru kondisinya mulai mengalami kerusakan.

Apa lagi dalam proses tender proyek itu juga disinyalir sarat permainan karena penawaran peserta seluruhnya kurang dari satu persen,”Aneh juga baru diresmikan kok plapon sudah berubah warna,lantai mulai retak-retak. Jika seperti itu kondisinya maka patut diduga kualitasnya tidak baik, jika kualitas tidak baik maka pengerjaanya patut diduga tidak sesuai Rencana Belanja Anggaran (RAB). Jika pengerjaannya sesuai RAB maka kualitasnya baik dan bertahan lama,” cetus Tim Kerja Institute on Corruption Studies (ICS), Apriza, saat dimintai tanggapannya, Senin (7/5/2018).

Menurutnya, seharusnya dengan anggaran besar kualitas proyek itu baik, jika proyek dalam waktu singkat sudah bermasalah maka akan memunculkan potensi kerugian Negara.”Karena tidak mungkin perencanaan proyek itu dibuat dengan kualitas hanya bertahan dalam hitungan bulan, artinya jika baru diresmikan sudah bermasalah maka Negara bisa dirugikan,” tandasnya.

Yang aneh lagi, lanjutnya, proses tender proyek itu dimana seluruh penawaran yang dimasukkan peserta kurang dari satu persen.”Saya sudah sering bilang, tender itu tujuannya agar pemerintah bisa mendapatkan rekanan yang bisa bekerja baik dengan harga termurah, sehingga prinsif penggunaan anggaran yang efektif dan efesien bisa dijalankan. Jika pemenang tender penawarannya hanya 0,19 persen, maka percuma dilaksanakan tender. Jika penawaran peserta tender kurang dari 1 persen semua, maka sangat wajar kalau muncul kecurigaan tender kurung,” cetusnya.

Sementara, Kepala Diskoperindag Kabupaten Tulangbawang Barat, Hairul Amri saat dikonfirmasi mengaku belum mengetahuinya. Hairul Amri mengatakan akan berkoordinasi dengan bidangnya terlebih dahulu. “Pasar Daya Murni itu memang baru saja ditempati, dan terkait dengan adanya kondisi kerusakan yang mulai timbul itu saya belum tau. Nanti saya akan berkordinasi dulu dengan pak Sule sebagai Kabid,” kilahnya.

Diberitakan sebelumnya, Proyek jasa konstruksi fisik pembangunan pasar rakyat Dayamurni Kabupaten Tulangbawang Barat tahun 2017 milik Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) diduga kuat sarat penyimpangan. Indikasi ‘permainan’ dalam pelaksanaan proyek itu terlihat mulai dari proses tender hingga pelaksanaan di lapangan.

Dari dokumen yang diperoleh Harian Pilar, menemukan fakta pada proses tender proyek ini diduga kuat sarat permainan, hal itu terlihat dari peserta yang memasukan penawaran seluruhnya hanya turun 0,1 persen. Dalam tender proyek ini terdapat 23 perusahaan yang mendaftar, namun yang memasukkan penawaran hanya tiga perusahaan dengan penawaran sama-sama hanya sekitar 0,1 persen dari Harga Perkiraan Sendiri (HPS), yakni PT. Nai Nau Nam Mandiri dengan penawatan Rp5.689.990.000 hanya turun Rp9 juta atau 0,15 persen dari HPS, CV.Adam Jaya dengan penawaran Rp5.690.680.000 hanya turun Rp8,3 juta atau 0,14 persen dari HPS, dan PT. Jata Duta Mandiri yang menjadi pememang tender memasukkan penawaran Rp5.687.740.000 hanya turun Rp11,2 juta atau 0,19 persen dari HPS. Kuat dugaan keseluruhan penawaran bisa mendekati HPS itu akibat tender dikondisikan atau dibawah satu kendali.

Parahnya, meski dalam tender penawaran PT. Jaya Duta Mandiri hanya turun 0,19 persen dari HPS, pengerjaan proyek yang menggunakan dana APBN itu justru terindikasi bermasalah. Pasalnya, meski baru diresmikan kondisi bangunan proyek itu sudah memprihatinkan. Di beberapa bagian atap sudah mengalami kebocoran hal itu terlihat dari beberapa bagian plafon yang sudah menghitam. Di bagian lantai juga sudah retak-retak dan mengelupas, bahkan saluran air di lokasi pasar ini tidak lancar itu terlihat dari bagian lantai yang dirusak untuk saluran air.

“Ya mas plafonnya aja sudah menghitam gitu, sepertinya karena atap ada yang bocor jadi plafon terkena air kalau hujan,” ujar salah satu pedagang yang enggan menyebutkan namanya, baru-baru ini.

Menurutnya,pedagang tidak banyak mengetahui persoalan pembangunan proyek itu.”Waduh takut kalau banyak ngomong mas. Kami pedagang gak banyak tau soal pembangunannya,tanya yang lain aja ya,” kilahnya.(Tim/Epriwan)