Harianpilar.com, Pesisir Barat – Bupati Kabupaten Pesisir Barat (Pesibar) Agus Istiqlal memberikan bonus Umroh Gratis kepada Ustad Hadromi yang saat itu bertugas sebagai pembaca Alquran. Agus mengatakan dirinya memberikan bonus Umroh dikarenakan selama kepemimpinannya yang sudah lebih dari dua tahun tersebut memiliki tunggakan program yang hingga kini belum bisa terlaksana yakni pemberantasan buta baca Alquran.
Ustad Hadromi yang juga sebagai pengelola TPA Pekon Penyandingan serta salah satu kafilah MTQ Tahun 2018 sebagai wakil Kabupaten Pesisir Barat ditingkat Provinsi Lampung, merasa gembira dan sujud syukur terhadap bonus besar yang diberikan Bupati Pesisir Barat.
Dalam kegiatan syukuran pergantian nama kecamatan tersebut, tampak hadir mendamping Bupati, anggota DPRD Pesibar, Agus cik, Juliansyah, Sri Suyanti dan Sumyati, para kepala OPD, tokoh agama, tokoh adat marga, masyarakat Bali, Camat Bangkunat, seluruh peratin se-Kecamatan Bangkunat.
Agus dalam sambutanya menyampaikan dengan adanya perubahan nama kecamatan tersebut, di harapkan tidak akan merubah maksud dan tujuan kita untuk membangun Pesisir Barat ini menjadi kabupaten yang madani, mandiri dan sejahtera.
“Demi terwujudnya misi tersebut, tentunya kita semua, mulai dari masyarakat, peratin dan pemerintah daerah harus senantiasa bahu-membahu antara yang satu dengan yang lainnya untuk menuju masyarakat yang beradat, beradap, berbudaya dan beragama,” kata dia pada syukuran perubahan nama Kecamatan Bengkunat Belimbing menjadi Kecamatan Bangkunat, yang dipusatkan di Pekon Pagarbukit, Kecamatan Bangkunat, Rabu (2/5). Bupati Agus Istiqlal juga mendapatkan gelar adat, Pangeran Penata Marga.
Dengan perubahan nama kecamatan ini kita semua tentu berharap agar perubahan nama bukan berakibat mengganggu proses pembangunan, khususnya di Kecamatan Bangkunat ini, tetapi justru menjadikan Kecamatan Bangkunat semakin cepat dalam melakukan pembangunannya.
“Saya mengajak masyarakat khususnya masyarakat Kecamatan Bangkunat yang hadir pada kesempatan ini, untuk mendukung seluruh program Pemerintah Pesibar. Jadikan perbedaan agama, suku dan pendapat sebagai acuan untuk bangkit bersama mewujudkan kesejahteraan seluruh masyarakat,” pungkas Agus. (Daniel)









