oleh

Inspektorat Tubaba Tindak Lanjuti Kasus Dana Desa

Harianpilar.com, Tulangbawang Barat – Inspektur  Tulangbawang Barat (Tubaba) Bustam berjanji akan menindaklanjuti kasus dugaan penyelahgunaan Dana Desa di beberapa Tiyuh di Kecamatan Kecamatan Tulangbawang Tengah (TbT), Kabupaten Tubaba.

Namun demikian, pihaknya terlebih dahulu akan konfirmasikan kepada Tiyuh-Tiyuh yang mengelola Dana Desa tahun 2017 diduga bermasalah. “Kami akan tindaklanjuti dugaan penyelahgunaan Dana Desa,” kata Bustam, di kantornya, Selasa (17/4/2018).

Lebih lanjut dia mengatakan pihaknya akan memerintahkan Inspektorat Pembantu (Irban) agar memanggil pejabat Tiyuh yang menangani pembangunan tersebut. Pihaknya juga akan memerika rencana kerja dan anggaran (RKA) untuk disesuaikan dengan laporan keterangan pertanggungjawaban (LKPj).

Bahkan pihaknya juga bakal mengecek infrastruktur pembangunan yang diduga bermasalah. Apa yang menjadi penyebab hasil pembangunan tersebut cepat rusak. “Jadi kami akan teliti faktor-faktor apa saja yang menyebabkan hasil pembangunan yang menggunakan anggaran APBN tahun 2017 itu bermasalah,” katanya.

Lebih lanjut dia juga meminta kepada masyarakat untuk turut serta mengawasi penggunaan anggaran dana desa. “Masyarakat juga berkewajiban mengawasi penggunaan Dana Desa. Dengan adanya pengawasan dari masyarakat diharapkan dapat memperkecil terjadinya penyalahgunaan anggaran,” kata dia.

Besarnya alokasi Dana Desa yang dianggarkan pemerintah pusat berpeluang terjadi penyelewengan. Guna menghindari terjadinya penyimpangan dalam penggunaannya, selain masyarakat, penegak hukum juga harus turut melakukan pengawasan.

“Guna mengantisipasi dan mencegah terjadi penyimpangan penggunaan Dana Desa, perlu terus dilakukan bimbingan terhadap aparatur desa. Tenaga pendamping desa juga perlu segera diberdayakan,” ujarnya.

DPRD mengawasi dan terus memantau pelaksanaan serta penggunaan Dana Desa. “Mudah-mudahan tahun 2018 ini penggunaan Dana Desa bisa berjalan lancer, sehingga tidak ada kades maupun aparaturnya yang terjerat masalah hukum,” harap dia.

Diberitakan sebelumnya, pembangunan fisik  Dana Desa tahun 2017 dibeberapa Tiyuh Kecamatan Tulangbawang Tengah (TbT) Kabupaten Tubaba diduga bermasalah.

Baru saja bangunan  fisik  selesai dikerjakan, kini mulai menunjukkan  adanya kerusakan.

Di Tiyuh Bandar Dewa ditemukan papan nama proyek dan kondisi bangunan tangga raja dengan pagu anggaran Rp 14,423,000, kini kondisinya sangat memprihatinkan.

Kemudian bangunan drainase dengan anggaran Rp16,541,000.

Bangunannya kini mulai retak beberapa titik, terutama pada dinding, serta lantainya mulai berlubang.

Di Tiyuh Menggala Mas, ditemukan 2 plang proyek. Kondisi fisik pembangunan gorong-gorong yang menelan dana Rp6,998,000, kini sudah menunjukkan kerusakan.

Kemudia pemasangan paving blok dengan anggaran Rp111,668.100, di beberapa titik sudah menunjukkan adanya kerusakan.

Di Tiyuh Mulya Jaya kini hasil pembangunan siring juga sudah retak di beberapa titik bagian atas.

Kemudian pembangunan jalan onderlagh dengan pagu anggaran Rp 379.163.000. Beberpa bagian bantu mulai mengelupas dan bergelombang. Saat musim hujan turun lubang tersebut digenangi air.

Sekretaris Tiyuh Bandar Dewa  Anwar, di rumahnya, Rabu (4/4/2018) menjelaskan kerusakan tersebut karena adanya faktor alam.  “Hingga kini pembanguan tersebut masih dalam perawatan, karena pekerjaan tersebut pekerjaan akhir tahun dan inspektorat belum melakukan pemeriksaan. Adanya kerusakan akan kita benahi, sedangkan pekerjaan akhir tahun akan diperiksa inspektorat  pada awal tahun berikutnya,” kata Anwar.

Mengenai retaknya pembangunan siring, kata dia, akibat faktor alam, berhubung sekarang cuaca sering hujan,” kilahnya.

Terkait bergelombangnya jalan onderlagh di Tiyuh Mulya Jaya  Sekretaris Tiyuh setempat Taryono mengaku dalam pelaksanannya sudah sesuai dengan ketentuan.

Terkait pembangunan gorong-gorong Tiyuh Menggala Mas serta paving blok, sekretaris Tiyuh Menggala Mas, Sulminadi ditemui di kediamannya, Minggu (15/04/2018) tidak bisa berkomentar. Dia mengaku hanya membuat rencana anggaran belanja (RAB). untuk kegiatan pembangunan tersebut dikerjakan tim pelaksana kegiatan dan kegiatan tersebut juga didampingi  Kepalo Tiyuh. (Epriwan/Maryadi)