Harianpilar.com, Lampung Tengah – Provinsi Lampung mendapat peringkat 4 surplus tingkat nasional terhadap produksi padi. Untuk itu, Pemerintah Provinsi Lampung terus mengupayakan berbagai macam program pertanian guna meningkatkan hasil pertanian di Provinsi Lampung.
Calon Gubernur Lampung M. Ridho Ficardo mengungkapkan, pembangunan pertanian merupakan salah satu prioritas Pemerintah Provinsi Lampung.
Terbukti saat ini Pemerintah Provinsi Lampung juga terus memberikan bantuan sumur bor, membangun jaringan irigasi dan menyiapkan mesin penyedot air serta bibit-bibit unggul sebagai upaya membantu para petani.
Ridho berjanji akan membantu petani menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang ada, termasuk dalam pemasaran hasil panen.
Ridho menjelaskan, pembenahan infrastruktur pendukung pertanian, terutama jaringan irigasi sangat penting dilakukan pada lahan sawah yang memiliki potensial di Kabupaten Lampung Tengah. “Harus ada infrastruktur irigasi yang baik di daerah yang memiliki potensi untuk itu. Program sumur bor bisa dilakukan di daerah yang tidak memiliki potensi untuk dibangun irigasi,” kata Ridho pada saat mengunjungi Desa Astomulyo, Punggur Lampung Tengah, Selasa (4/3/2018).
Menurut Ridho dengan adanya dukungan infrastruktur pengairan yang baik, sambungnya, petani akan dapat meningkatkan indek tanam (IP). Dari satu kali tanam menjadi dua bahkan tiga kali tanam.
Calon gubernur nomor Urut 1 ini mengaku bangga akan hasil capaian warga desa khususnya petani di Desa Astomulyo. “Seyogianya pemerintah hanya memberikan fasilitas hingga program yang manfaat untuk bapak ibu petani. Itu semua demi mempermudah kinerja dan mengahasilkan capaian yang baik,” kata Ridho.
Lanjut Ridho, semua program-program pertanian yang dilaksanakan selaras dengan program strategis Provinsi Lampung.
Di era kepemimpinan M. Ridho Ficardo dan Bachtiar Basri. Dalam kurun waktu 3 tahun, banyak program yang sudah dirasakan dan langsung menyentuh kepada rakyat. Salah satunya ada program bantuan sumur bor, pertanian, hingga kepada sinergitas kebijakan strategis Provinsi Lampung, yakni memperkuat swasembawa pangan nasional.
Ketua Kelompok Tani Desa Astomulyo, Sama Maju, mengatakan, program yang digulirkan oleh Ridho Ficardo, telah banyak berjasa untuk kemajuan di desa. “Tahun 2017 lalu, desa kami mendapat bantuan sumur bor untuk pengairan tanaman hortikultur dengan memanfaatkan pekarangan. Alhamdulilah sekarang sudah menghasilkan banyak buah dan sayur yang dapat kami jual ke pasar. Seperti pepaya, nanas, kacang panjang, kangkung, terong, timun dan lain sebagainya,” ungkap Sama Maju, kepada Ridho.
Ditempat yang sama, Irsan, dari Gapoktan Maju Bersama, Desa Sukadamai, Jatimulyo, juga ikut mengungkapkan keberhasilan desanya dalam mengembangkan padi singgang atau padi dengan sistem tanam singgang. Dengan demikian, hanya sekali tanam bisa panen dua kali.
Pihaknya juga mengungkapkan terima kasih, atas bantuan Ridho Berbakti (Ridho Bachtiar), yang tahun lalu desanya mendapat bantuan sumur bor dan alat transplanter.
Menurut Irsan, desanya juga sudah banyak menghasilkan sayur mayur dan buah yang dapat dijual dipasar. Namun dirinya juga memohon bantuan agar M Ridho Ficardo dapat membantu juga untuk pemasarannya.
“Harapannya hasil panen kami tidak cuma dipasar sini pak, harapan saya bisa dijual sampai ke Bandarlampung atau bahkan masuk supermarket,” harap Irsan. (*)









