Harianpilar.com, Lampung Selatan – Calon gubernur Lampung M. Ridho Ficardo melakukan kunjungan ke dua desa di wilayah Lampung Selatan. Dusun Kali Asin 4, Kelurahan Kali Sari, Kecamata Natar dan ke Desa Marga Kaya, Kecamatan Jati Agung, Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel).
Pada pertemuan yang berlangsung dikediaman salah satu warga, Desa Kali Sari, Ali Masum, masyarakat kembali menyoroti masalah jalan desa dan kabupaten yang rusak.
Selain masalah infrastruktur, Warga Dusun Kali Asin 4, Desa Kali Sari, Natar, Lampung Selatan juga memohon bantuan kepada petahana calon gubernur Lampung terkait permasalahan ganti rugi lahan untuk pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS)
“Kami memohon bantuan terkait ganti rugi lahan pembangunan jalan tol sebanyak 38 bidang milik 35 orang warga disini,” kata Kepala Dusun Kali Asin 4, Purwoto, Senin (2/4).
Permasalahan ganti rugi lahan tol ini belum selesai. Karena harganya setengah harga dari desa sekitarnya.” Sudah 1 tahun lebih masalah ini belum juga selesai. Saya harap pak Ridho bisa membantu untuk menyelesaikan masalah ini,” ucapnya.
Sementara itu warga Desa Marga Kaya Imam Sukardiman berharap kedepan jalan di tingkat desa yang terkena dampak pembangunan jalan tol dapat segera diperbaiki. “Saya berharap pak Ridho dapat segera memperbaiki jalan di desa akibat dampak pembangunan tol tersebut,” ungkapnya.
Lain lagi dengan ibu Kartini (53) guru ngaji dari Desa Way Hui, mengucapkan terimakasih atas bantuan MRF melalui program insentif guru ngaji dan batuan kerohanian lainnya.
Dia menyampaikan bahwa dirinya beserta masyarakat lainnya telah merasakan kemajuan di bidang inrastruktur di era kepemimpinan M.Ridho Ficardo – Bachtiar Basri.
“Sudah terasa adanya kemajuan inrastruktur di era kepemimpinan pak Ridho karena sudah sangat banyak adanya jalan-jalan rusak diperbaiki. Lampung juga telah memiliki jalan tol, bahkan sebagian sudah ada yang jadi,” ungkapnya.
Selain itu, ia juga mengucapkan terima kasih dan alhamdulillah atas perhatian calon gubernur nomor urut satu tersebut dibidang kerohanian. Karena program pemprov Lampung dibawah kepemimpinan M.Ridho Ficardo dibidang kerohanian telah banyak dirasakan oleh masyarakat.
“Saya guru ngaji, setiap tahun dapat bantuan dari pak Gubernur. Warga ditempat saya juga banyak yang telah diberangkatkan ziarah ke makam Walisongo,” ucapnya.
Menanggapi hal tersebut, Cagub petahana tersebut menyampaikan bahwa pada masa awal kepemimpinan M.Ridho Ficardo – Bachtiar Basri periode 2014-2019 lalu, perbaikan infrastruktur jalan provinsi memang menjadi prioritas dan berada pada posisi pertama dari hasil survey keinginan masyarakat.
Namun setelah dilakukan perbaikan selama tiga tahun kepemimpinan gubernur muda ini, persoalan jalan provinsi sudah tidak lagi berada di posisi pertama, karena telah ada peningkatan perbaikan yang cukup pesat.
“Sekarang ini jalan di desa yang seharusnya menjadi kewenangan dari pemerintah kabupaten/kota yang banyak diminta masyarakat untuk diperbaiki oleh pemprov Lampung,” kata Ridho, Senin (2/4/2018).
Kendati demikian, ayah tiga anak tersebut menyampaikan bahwa pihaknya dalam hal ini pemprov Lampung siap membantu perbaikan infrastruktur jalan tersebut.
“Kalau perbaikan itu diajukan sebagai jalan untuk usaha tani, nanti minta dibikinkan saja surat kepada pak kades. Lalu kirim ke saya dengan ajukan sebagai perbaikan jalan untuk usaha tani dan bukan jalan desa. Karena, kalau jalan desa itu kewenangan dari pemerintah kabupaten/kota,” ucapnya.
Ridho menyatakan akan berkordinasi dengan tim percepatan pembangunan jalan tol dan kementrian. “Kita akan segera koordinasikan secepatnya agar masalah ini bisa segera selesai ,” tegasnya.
Ridho Ficardo menyampaikan bahwa pemprov Lampung akan segera memperbaiki kerusakan jalan tingkat desa tersebut ketika pembangunan jalan tol telah selesai.
“Kalau sekarang diperbaikinya, dikhawatirkan baru diperbaiki sudah rusak lagi,” ucapnya.
Selain berdialog bersama masyarakat, petahana cagub Lampung M. Ridho Ficardo juga mengucapkan terima kasih untuk para petani di Lampung. Karena berkat usaha dan kerja keras dari petani, Lampung saat ini menduduki posisi 4 besar dari 34 provinsi se-Indonesia untuk persediaan beras.
“Adapun usaha yang dilakukan pemprov Lampung untuk mencapai swasembada beras adalah dengan melakukan pembangunan dan perbaikan sistem irigasi,” singkatnya. (Mar/Lis)









