oleh

Onderlagh Dana Desa Tiyuh Candra Jaya Diduga Salahi Bestek

Harianpilar.com, Tulangbawang Barat – Pembangunan jalan onderlagh yang menggunakan Dana Desa Tahun 2017 di Tiyuh Candra Jaya, Kecamatan Tulangbawang Tengah (TBT), Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) diduga menyalahi bestek.

Pembangunan onderlagh yang menelan anggaran senilai Rp152,952,000, kini kondisi berlubang, sehingga terdapat di beberapa titik yang digenangi air akibat hujan deras yang belakangan ini mengguyur di desa setempat.

Hal tersebut diduga lantaran pekerjaannya dikerjaan asal jadi serta perbedaan pada informasi kegiatan. Dugaan asal jadi pada tahap pengerjaan serta perbedaan pada informasi kegiatan yang berindikasi pada dugaan mark up anggaran.

Terlihat mulai dari buruknya kondisi jalan serta kerusakan pada bangunan dan diperparah dengan adanya perbedaan informasi pada beberapa kegiatan.

Di beritakan sebelumnya, salah satu pembangunan fisik Dana Desa Tiyuh Candra Jaya, Kecamatan Tulangbawang Tengah, Kabupaten Tulangbawang Barat diduga bermasalah.
Dugaan kuat permaslahan pembangunan drainase tersebut dari tersimpan/belum terpasangnya prasati pembangunan drainase tiyuh setempat, dan hingga perbedaan antara plang proyek pembangunan serta penjelasaan dari Tim Pelaksanaan Kegiatan (TPK) Tiyuh setempat.

Di suku satu tiyuh Candra Jaya ditemukan papan nama proyek pembangunan drainase, suku 001-005 tiyuh setempat dengan volume 800 meter x0,6×0,25 meter dengan pagu Anggaran Rp235,831,000.

Rudiono, Kaur Kesra sekaligus TPK Tiyuh Candra Jaya didampingi Sekretaris Tiyuh saat dikonfirmasi di Balai Tiyuh setempat, Senin (19/03/2018) menjelaskan pembangunan drainase  Tiyuh Canrda Jaya tahun 2017 dengan volume 800 meter x 60 cm lebar atas x 30 cm lebar bawah dan 50 cm tinggi. Pembangunan tersebut dibagi di beberapa titik kegiatan. “Untuk prasatinya belum terpasang, karena masih bingung untuk penempatanya,” sambil menunjukkan prasasti yang belum terpasang dan masih tersimpan di balai tiyuh setempat.

Saat dimintai tanggapan sekretaris tiyuh setempat enggan memberikan komentar. “Kepala tiyuhlah yang lebih pantas untuk dimintai keterangan,” elaknya. (Efriwan/Mar)