oleh

Dinas PUPR Pesawaran Berhentikan Pembangunan Talud Sungai Way Tuba

Harianpilar.com, Pesawaran – Masyarakat di dua desa yang memiliki hamparan sawah dipinggiran aliran sungai Way Taba nampaknya bakal gigit jari. Lantaran, harapan mereka untuk dilanjutkannya pembangunan penalutan sebagai penahan arus sungai ketika saat banjir belum dapat diakomodir oleh Dinas PU-PR Pesawaran.

Menurut David, Kabid Pengairan DPU-PR setempat, pelaksanaan penalutan itu tidak bisa terlaksana di APBD murni ini. Karena katanya pembangunan penalutan sungai way taba itu selama 2 tahun ini sudah dilaksanakan. Untuk itu dia menjelaskan, dianggaran murni ini pihaknya fokus dipemerataan pembangunan ditempat lain.

“Selama 2 tahun ini kita melakukan pembangunan penalutan di Sungai Way Taba itu berturut-turut. Jadi dianggaran murni ini anggaran untuk itu belum ada,” kata David, menanggapi harapan masyarakat terkait adanya penalutan yang diharapkan.

Selain itu, usulan terkait pembangunan penalutan dilokasi aliran sungai way taba menurut david belum diajukan oleh pihak pemerintah desa setempat.  “Usulan penalutan belum kami terima. Ya setidaknya usulan dibuatkan dulu biar direncanakan di anggaran perubahan ini,” tukas David.

Masih kata David, sekiranya masyarakat berharap cepat terkait akan pelaksanakan penalutan disepanjang aliran Sungai Way Taba itu. Ia menyarankan kiranya masyarakat mengajukan usulan ke pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) kabupaten setempat.

“Kalau masyarakat ingin cepat coba usulan penalutan diajukan ke BPBD, supaya kami bisa berkordinasi dalam pelaksanaannya, karena saat ini mereka sedang melakukan pendataan terkait pembangunan terhadap pencegahan bencana alam khususnya banjir. Sebab ditahun ini pihak BPBD menyiapkan anggaran untuk penanggulangan pencegahan terhadap bencana banjir,” ucap David.

Diketahui sebelumnya, masyarakat yang memiliki hamparan sawah dipinggiran aliran sungai Way Taba yang berada di dua desa tepatnya di desa Tebajawa dan desa cimanuk menjadi langganan banjir. Akibatnya saat banjir datang, aliran sungai Way Taba meluap.  Dampaknya hamparan sawah yang berada disepanjang aliran sungai tersebut terendam banjir.

“Memang keberadaan talut yang dibangun tahun sebelumnya sudah dirasakan oleh masyarakat, sehingga dampak banjir tidak meluap ke rumah penduduk. Namun ketika banjir datang, areal pesawahan masih terendam banjir. Makanya kami berharap agar disekitar pinggiran kembali dilanjutkan pembangunannya, supaya kedepannya sawah tidak terendam ketika banjir dating,” ungkap, Nanak (50) salah satu warga Desa Cimanuk. (Fahmi/Mar)