Harianpilar.com, Bandarlampung – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandarlampung menghabiskan anggaran hingga Rp27 Miliar lebih pada tahun 2017 untuk merehabilitasi ruas jalan Pramuka. Namun, jalan tersebut justru langganan direndam banjir dan mulai mengalami kerusakan. Parahnya, Dinas Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Bandarlampung belum terlihat upayanya untuk mengatai banjir akibat saluran air yang tidka baik itu.
Berdasarkan penelusuran Harian Pilar, pada tahun 2017 Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Bandarlampung menggelontorkan anggaran Rp27,3 Miliar untuk peningkatan Jalan Pramuka – Peningkatan dan Pelebaran Jalan Teuku Cik Ditiro – Peningkatan dan Pelebaran Jalan Raden Imba Kesuma, yang dikerjakan oleh PT. Mulia Putra Pertama.
Namun, ruas jalan itu berulang kali direndam banjir akibat saluran air yang tidak baik. Senin (5/3/2018) kemarin, ketinggian air dijalan itu mencapai betis orang dewasa dan memicu kemacetan arus lalulintas. Bahkan, sejumlah kendaraan motor mogok akibat melintas dijalan tersebut.
Roni, salah satu pengendara yang motornya mogok mengatakan, bisa merugi jika keadaan seperti ini terus dibiarkan. “Kalau begini terus ya rugi, motor mogok, mesti dibawa kebengkel, masuk kantor telat,” ujar pria pegawai swasta ini, Senin (5/3/2018).
Roni berharap, Pemerintah Kota Bandarlampung cepat tanggap,”Jangan ketika musim hujan selesai lalu dibiarkan. Karena disini kan tiap hujan deras pasti langsung banjir,” kata dia.
Senada dengan Roni, Togar salah satu warga yang tinggal tepat didepan Perumahan Bumi Puspa Kencana menuturkan jika turun hujan deras sering mengalami kebanjiran setinggi paha orang dewasa.“Wah sering sekali kalau disini banjir, apalagi kalau hujan deras, jadi langganan,” ujarnya.
Menurutnya, penyebab kebanjiran tersebut dikarenakan saluran irigasi yang dibangun sangat kecil sekali, dan juga sering terseumbat.“Ya, dulu waktu jalannya dibangun saluran irigasinya kecil, karena itu yang banjir cuma jalur dari arah Kemiling ke Flyover Pramuka saja,” terangnya.
Togar berharap kedepannya untuk saluran irigasi jalan tersebut diperbaiki lagi dan diperlebar lalu di dalamkan.
“Kalau tidak seperti itu, pasti akan banjir lagi. Kasian juga warga sekitar dan para pengendara apabila sering banjir begitu,” pungkasnya.
Terpisah, Tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bandarlampung, yang berada dilokasi kejadian menerjunkan enam personel petugas untuk mengurangi tinggi air dengan cara membersihkan sampah yang menyumbat disaluran irigasi yang mampet.
Aziz (39) salah satu petugas BPBD Kota Bandarlampung mengatakan, saat ini pihaknya telah melakukan pembersihan terhadap saluran irigasi yang menyebabkan banjir di Jalan Pramuka tersebut.“Untuk sementara kami melakukan pembersihan irigasi yang tersumbat dulu agar air yang menggenangi jalan bisa cepat surut,” ujarnya.
Menurutnya memang, Jalan Pramuka tersebut sering terkena banjir dikarenakan saluran irigasi yang kerap sekali tersumbat oleh sampah.“Ya ini karena banyaknya sampah yang menyumbat akibatnya air susah untuk menggalir,” jelasnya.
Untuk diketahui, Proyek jalan Pramuka tahun 2017 yang menelan anggaran hingga Rp27 Miliar lebih kondisinya sudah mulai mengalami kerusakan. Padahal proyek itu baru selesai dikerjakan akhir tahun 2017 kemarin. Yang lebih memprihatinkan ruas jalan itu kerap terendam banjir.
Berdasarkan penelusuran Harian Pilar, pada tahun 2017 Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Bandarlampung menggelontorkan anggaran Rp27,3 Miliar untuk peningkatan Jalan Pramuka – Peningkatan dan Pelebaran Jalan Teuku Cik Ditiro – Peningkatan dan Pelebaran Jalan Raden Imba Kesuma, yang dikerjakan oleh PT. Mulia Putra Pertama.
Pada tahun yang sama, Dinas PUPR Bandarlampung juga menganggarkan dana Rp1,2 Miliar untuk Peningkatan Jalan Pramuka (Rigid Pavement) yang dikerjakan Dharma Mulya.
Namun, kondisi proyek-proyek ini sudah banyak mengalami kerusakan. Seperti proyek peningkatan Jalan Pramuka – Peningkatan dan Pelebaran Jalan Teuku Cik Ditiro – Peningkatan dan Pelebaran Jalan Raden Imba Kesuma, dijalur jalan itu ditemukan banyak rusak. Seperti di Jalan Raden Imba Kesuma aspal di jalan ini banyak yang sudah retak-retak, bahkan amblas.
Begitu juga ruas jalan Pramuka banyak aspal mengelupas, bergelombang. Bahkan bagian rigit beton batunya terlihat mengindikasikan job mix tidak proporsional.
Sementara, Kepala Dinas PUPR Kota Bandarlampung,Iwan, hingga berita ini diturunkan belum berhasil dikonfirmasi.(Maryadi)









