oleh

Proyek Jalan Pramuka. “Catatan Buruk” Pembangunan Bandarlampung

Harianpilar.com, Bandarlampung – Proyek jalan Pramuka tahun 2017 yang menelan anggaran hingga Rp27 Miliar tapi kondisinya sudah mulai mengalamin kerusakan dan kerap di rendam banjir dinilai sebagai ‘catatan buruk’ pembangunan Kota Bandarlampung.

Seban, pembangunan itu tanpa mempertimbangkan aspek yang mempengaruhi dan dengan kualitas yang meragukan.

Seringnya jalan itu tergenang banjir dinilai akibat saluran drainase di sekitar jalan yang tidak baik, serta kondisi jalan yang miring ditengah. “Coba kalau kita perhatikan kondisi jalan rigit beton di jalan Pramuka itu cendrung miring ke tengah, jadi wajar air menggenang. Dan saluran air di pinggir jalan juga tidak baik,” tegas Ketua Gabungan Lembaga Anti Korupsi (Galak), Suadi Romli, saat dimintai tanggapannya, Senin (26/2/2018).

Seharusnya, jelas Suadi Romli, dalam perencanaan pembangunan jalan itu sudah di pertimbangkan berbagai aspek yang mempengaruhinya, termasuk drainase dan kemiringan jalan agar air tidak menggenang di tengah.”Inikan memunculkan kesan asal membangun, tanpa perencanaan yang matang. Akhirnya hasil dari pembangunan dengan dana puluhan miliar itu adalah bajir di jalan,” cetusnya.

Terkait kondisi jalan yang mulai rusak, Suadi Romli, menilai hal itu diduga kuat akibat penggunaan material yang tidak proporsional.”Itukan baru Desember kemarin selesai dikerjakan, artinya baru sekitar tiga bulan. Sementara jalannya sudah mulai rusak yang rigit beton saja batu-batunya sudah terlihat dan sudah retak-retak, patut diduga jobmix nya tidak proporsional jadi kualitasnya kurang baik. Begitu jalan yang hotmix sudah mulai rusak. Dinas PUPR Kota Bandarlampung harua memerintahkan rekanan melakukan perbaikan, jika tidak maka akan membuka potensi kerugian Negara,” pungkasnya.

Berdasarkan penelusuran Harian Pilar, pada tahun 2017 Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Bandarlampung menggelontorkan anggaran Rp27,3 Miliar untuk peningkatan Jalan Pramuka – Peningkatan dan Pelebaran Jalan Teuku Cik Ditiro – Peningkatan dan Pelebaran Jalan Raden Imba Kesuma, yang dikerjakan oleh PT. Mulia Putra Pertama.

Pada tahun yang sama, Dinas PUPR Bandarlampung juga menganggarkan dana Rp1,2 Miliar untuk Peningkatan Jalan Pramuka (Rigid Pavement) yang dikerjakan Dharma Mulya.

Namun, kondisi proyek-proyek ini sudah banyak mengalami kerusakan. Seperti proyek peningkatan Jalan Pramuka – Peningkatan dan Pelebaran Jalan Teuku Cik Ditiro – Peningkatan dan Pelebaran Jalan Raden Imba Kesuma, dijalur jalan itu ditemukan banyak rusak. Seperti di Jalan Raden Imba Kesuma aspal di jalan ini banyak yang sudah retak-retak, bahkan amblas.

Begitu juga ruas jalan Pramuka banyak aspal mengelupas, bergelombang. Bahkan bagian rigit beton batunya terlihat mengindikasikan job mix tidak proporsional.

“Selain mungkin karena kualitasnya, juga kalau hujan banjir dan tergenang air mas jalan yang baru di perbaiki itu. Makanya cepat rusak dan terlihat batu-batu jalan beton ini,” ujar Doni warga yang melintas di jalan Pramuka, Minggu (25/2/2018).

Menurutnya, jika di biarkan tergenang air terus maka jalan itu akan cepat rusak, apa lagi jika kualitasnya juga tidak baik.” Semalama saja (Malam minggu) bajir juga. Sepertinya perbaikan jalan itu tidak dibarengi perbaikan saluran airnya. Aneh juga kok tidak dipertimbangkan bakal tegenang air atau tidak,” ungkapnya.

Sementara, Kepala Dinas PUPR Kota Bandarlampung,Iwan, hingga berita ini diturunkan belum berhasil dikonfirmasi.(Maryadi)