Harianpilar.com, Bandarlampung – Hingga Minggu pukul 01.00 WIB, Minggu (18/2/2018) api yang membakar Pasar Natar, Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel) belum juga padam. Namun kondisi saat ini api mulai mengecil.
Petugas dari BPBD Bandarlampung, dan Unit Damkar Satpol PP Lampung Selatan, dan BPBD Pesawaran masih terus memadamkan api. Kabid Kesiapsiagaan dan Penanggulangan Bencana BPBD Bandarlampung M. Rizki mengatakan sebanyak 11 unit damkar yang dikerahkan, dengan rincian 7 dari BPBD Bandarlampung, 3 dari Unit Damkar Satpol PP Lamsel, dan 1 unit dari BPBD Pesawaran berusaha memadamkan api.
“Saat ini kondisi api sudah mulai mengecil, masih terus kita coba padamkan. Untuk sementara, belum ada korban jiwa,” katanya, Minggu (18/2/2018).
Sementara Sekretariat Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagsar) Kabupaten Lampung Selatan Syaiful Efendi mengatakan, hingga kini belum bisa dipastikan jumlah kios yang terbakar. Namun sumber api diinformasikan berasal dari Blok G pasar Natar, yang dibangun oleh pengembang. Ada sekitar 500 kios dan hamparan yang berada di blok tersebut.
“Sementara belum bisa dipastikan, awal api menurut keterangan pedagang dari Blok G, disitu ada pedagang pakaian, makanan ,plastik dan lain-lain, beberapa juga pedagang hamparan,” ujarnya.
Diduga api sementara, muncul akibat korsleting listrik dari salah satu kios di Blok G. Menurutnya mulai dari Blok A sampai Blok G merupakan pasar yang dibangun pengembang di atas tanah Pemkab Lampung Selatan.
“Soal kerugian belum bisa pastikan, tapi blok G ini pasar pengembang, ada juga merembet dikit ke kios pasar yang dibangun Pemkab,” katanya.
Camat Natar, Koharudin mengatakan, peristiwa kebakaran terjadi sekitar pukul 01.30 WIB. Saat itu masih ramai warga di Pasar Natar yang beraktivitas, seperti, berdagang dan berbelanja.
“Mereka melihat, awalnya kobaran api membakar kios ikan kemudian merembet ke Kios sembako, Kios pakaian dan Kios dagangan lainnya yang ada di Blok G belakang pasar Natar, sehingga kobaran api seolah menyelimuti belakang Pasar Natar,” kata Koharudin.
Melihat itu, sempat membuat para pedagang dan pengunjung panik, Para pedagang dibantu warga sekitar berupaya menjinakan api dengan alat seadanya dan menyelamatkan barang-barang dagangan mereka ketempat aman agar tidak ikut terbakar.
Kobaran api yang semakin membesar disertai asap hitam pekat dan hawa panas, membuat warga tidak bisa mendekat dan hanya menyiram air dari kejauhan saja. Beberapa saat kemudian petugas pemadam kebakaran dari Kabupaten Lampung Selatan, Bandarlampung dan Bandara Radin Inten datang ke lokasi untuk memadamkan api.
“Setelah mengerahkan sebanyak 11 mobil Pemadam Kebakaran, api baru bisa dijinakan, pada Minggu (18/2/2018) sekitar pukul 03.00 WIB,” kata Koharudin.
Belum diketahui berapa kerugiannya tambah Koharudin, tetapi jika ditaksir mencapai miliaran rupiah.
Sementara Kepala UPT Pasar Natar, Rohaida mengatakan kios yang terbakar milik pengembang atau swasta yang dibangun di atas tanah Pemerintah Daerah (Pemda). (Maryadi)









