oleh

Tahun 2018 Pembangunan di Pesawaran Mandek

Harianpilar.com, Pesawaran – Pelaksanaan pembangunan yang  diselenggarakan Dinas PU PR Kabupaten Pesawaran ditahun anggaran 2018 belum berjalan. Hal tersebut lantaran terkendala pada formasi struktur 2 bidang yang saat ini menurut Sekretaris DPU-PR, Zainal Fikri masih dalam pembenahan alias masih menunggu petunjuk Bupati Pesawaran.

Ditemui diruang kerjanya, Fikri menyampaikan untuk dua bidang yang dimaksud adalah bidang jasa kontruksi (Jakon) dan Bina program (BP).
“DPU PR saat ini kan ada penambahan 2 bidang. Sementara komposisi formasi untuk struktur 2 bidang tersebut kita masih menunggu petunjuk dan SK Bupati,” ujar Fikri mewakili Kadis PU PR, Rabu (7/2/2018) kemarin. 

Sementara terkait alokasi anggaran yang diperuntukkan ditahun anggaran 2018 ini, Fikri mengungkapkan mencapai Rp183 miliar. Dimana sumber dana didapat dari Dana Alokasi Khusus (DAK) APBN tidak kurang senilai Rp34,8 miliar dan dari anggran APBD sebesar Rp148,2 miliar.

“Pembangunan ditahun 2018 ini kita masih melanjutkan pada pembangunan infrastruktur jalan. Sesuai dengan program bupati dan wakil untuk menuju dan menciptakan jalan mantap di wilyah kabupaten Pesawaran di priode masa jabatan beliau,” tutur Fikri.

Lebih lanjut Fikri menambahkan alokasi DAK tahun anggaran 2018 ini mengalami penurunan dari tahun sebelumnya. Dimana ia menyebut, alokasi anggaran DAK untuk tahun ini hanya mencapai Rp34, 8 miliar, sedangkan ditahun sebelumnya Rp80 miliar lebih. Selanjunya ia menuturkan, peruntukkan DAK ini dikhususkan guna peruntukkan peningkatan ruas jalan kabupaten dan pembangunan jembatan. Namun kendati demikian, untuk infrastruktur jalan yang akan dibangun telah memiliki nomor ruas jalan. 

Sedangakan alokasi anggaran APBD urai Fikri menerangkan, digunakan untuk pembangunan gedung, dan pemerataan pembangunan disejumlah wilayah Kabupaten Pesawaran serta mensuport program Bupati dengan turut memperhatikan pembangunan di daerah destinasi wisata.

“Untuk jalan mantap dilingkar wilayah Pesawaran yang telah rampung dibangun sudah 70,1 persen dari target 80  persen. Karenanya kita juga berharap kepada masyarakat untuk dapat berpartisipasi mendukung program jalan mantap dengan menyediakan badan jalan. “Kalaupun ada tanam tumbuh disekitar jalan yang nantinya akan menjadi sasaran pembangunan peningkatan jalan tersebut, diharapkan tidak terlalu berharap dan menekan adanya ganti rugi. Karena kita tidak menyiapkan anggaran untuk ganti rugi tanah masyarakat yang terkena badan jalan yang  dibangun. Kalaupun ada  hanya sekadar ganti rugi tanam tumbuhnya saja,” tukas Fikri. (Fahmi/Mar)