Harianpilar.com, Pesawaran – Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona Kaligis bergerak cepat menekan kenaikan harga beras belakangan ini. Salah satunya dengan merencanakan Operasi Pasar di lima titik yang tersebar di 11 Kecamatan di wilayah setempat.
Hal itu dilakukan sebagai upaya mengendalikan lonjakan harga kebutuhan bahan pokok yang terjadi saat ini, khususnya di wilayah Kabupaten Pesawaran. Dimana diketahui untuk harga beras saat ini mencapai harga hingga Rp 13.000/Kg.
“Operasi pasar ini dilakukan di samping membantu masyarakat juga siasat untuk menurunkan harga beras yang naik dipasaran,” terang Kabag Perekonimian Pemkab Pesawaran,Halimah Zakaria saat ditemui usai melakukan rapat bersama tim pengendali Inflasi daerah Pesawaran, baru-baru ini.
Halimah menjelaskan, rencana untuk kegiatan Operasi Pasar ini, Pemerintah Kabupaten Pesawaran akan membagikan beras ke lima titik yang sudah ditentukan sekitar 30 ton lebih. Titik pertama diawali di Kecamatan Gedongtataan yang nantinya dipusatkan di balai Desa Bernung sebanyak 6 ton. Kemudian di Kecamatan Tegineneng di Desa Marga sekitar 4 ton. Dan kecamatan Negeri katon tepatnya dipasar bangun sari 5 ton. Kemudian selanjutnya diKecamatan Hanura dipusatkan di pasar hanura sekitar 7 ton dan terakhir di Kecamatan Punduh di pusatkan di Desa Maja sekitar 8 ton.
“Dalam opreasi pasar ini, berasnya kita hargai hanya Rp 8.500/Kg dengan beras kwalitas baik,” papar Halimah.
Halimah mengatakan, rencana pendistribusian beras sebanyak 30 ton tersebut akan dihadiri langsung oleh Bupati Pesawaran, Dendi Ramadhona dan Wakil Bupati Eriawan.
“OP ini atas ini perintah bupati dan beliau langsung yang akan mengawal pendistrusiannya. Dan ini adalah salah satu cara untuk menurunkan harga beras dipasaran saat ini, dan mudah-mudahan dengan adanya OP ini masyarakat dapat terbantu,” ungkapnya.
Terpisah, warga Pesawaran saat ini memang mengeluhkan kenaikan harga beras yang drastis. Penjual nasi remas, Amah, mengatakan, akibat kenaikan harga beras tersebut pihaknya harus memutar otak agar para pelanggan yang ada, tetap makan dengan puas meskipun harga beras selangit.
“Kalau untuk harga satu porsi tetap dengan harga yang sama sebelum beras naik.Namun resikonya keuntungan kita yang sebelumnya agak lumayan mengalami penurunan secara drastis .Ya mau gimana lagi sudah resiko pedagang seperti ini,”tuturnya.
Karena itu, Amah sangat bersyukur dengan rencana akan diadakannya OP oleh pemda setempat. (Fahmi/Maryadi)









