Harianpilar.com, Pesawaran – Warga Kabupaten Pesawaran mempertanyakan kinerja Tim saber pungli yang telah terbentuk tiga bulan yang lalu. Padahal dana yang dipersiapkan cukup besar. Menurut salah satu pendiri terbentuknya Kabupaten Pesawaran (P3KP), Mualim Taher menilai kinerja Tim saber pungli belum terlihat alias nol.
“Sejauh ini, apa coba yang telah dilakukan Tim Saber Pungli Pesawaran. Bahkan saya nilai belum ada hasilnya, mana yang ditangkap dan siapa yang tinggkap. Kinerja mereka itu patut dipertanyakan, karena menurut saya Tim Sabar Pungli tersebut belum berhasil melakukan pengungkapan kasus pungutan liar yang selama ini marak terjadi di wilayah Kabupaten yang kita cintai ini,” cetus Mualim Taher, Kamis (04/1/2018).
Dikatakan Mualim Taher, bahwa penyataan yang diungkapnnya adalah murni merupakan bentuk kritik terhadap keberadaan Tim Saber Pungli yang dinilainya sangat lamban dalam mengungkap kasus pungutan liar.
“Saya harap pemerintah jangan salah terka. Ini adalah kritik untuk membangun. Jangan berpikir saya berbicara ini karena ada unsur ketidak sukaan, ini murni berbicara bentuk kecintaan saya terhadap Kabupaten Pesawaran,” tukasnya.
Dia berharap selaku warga masyarakat dan sekaligus salah satu pencetus terbentuknya Kabupaten Pesawaran, agar sekiranya Tim Saber Pungli Pesawaran dapat bekerja secara maksimal. Sebab menurutnya tugas yang diemban mereka adalah murni amanat rakyat Pesawaran.
“Kalaupun Tim saber pungli ada melakukan penangkapan sebaiknya dipublikasikan. Kenapa demikian? tujuannya biar masyarakat tahu kalau tim saber pungli Pesawaran ini sudah terbentuk dan telah bekerja. Sebab selama ini saya belum pernah melihat ataupun membaca berita di media massa tentang hasil kinerja Tim Saber Pungli Pesawaran. Jangan lukasi hati rakyat.” tandasnya.
Sementara itu ditempat terpisah, Inspektur Kabupaten Pesawaran Chabrasman menyebut untuk menunjang kinerja Tim Saber Pungli yang telah terbentuk, pemkab Pesawaran ditahun 2018 ini telah menggelontorkan anggaran Rp1 miliar melalui APBD tahun anggaran 2018. Dimana dana sebesar itu disampaikan Chabras diperuntukan untuk biaya honor anggota dan penindakan serta perjalanan dinas.
“Kalau untuk keberhasilan Tim Saber Pungli itu sudah ada yang dilakukan penindakan, karena itu mutlak wewenang kepolisian bukan pihak kita. Disini kita hanya sebatas sekretariat saja, seperti halnya kalau kita mau mengadakan rapat kita yang meyiapkan tempatnya,” ungkap Cabrasman.
Sementara saat disinggung terkait besaran honor untuk masing-masing anggota Tim Saber Pungli, Cambasman belum dapat merincikan secara pasti. “Oprasionalnya banyak di Kepolisan dan untuk rapat-rapat. Sedangkan untuk honor yang pasti nilainya tentunya tidak sama, bergantung dari jabatan di tim tersebut, yang jelas untuk honor pastinya masih belum diketahui masih dalam tahap penyusunan,” tuklasnya. (Fahmi)









