Harianpilar.com, Bandarlampug – Jaringan Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 KV Gardu Induk (GI) Bukit Kemuning Blambangan Umpu disambar petir, sebagian wilayah Lampu mengalami pemadaman aliran listrik, Rabu (3/1/2018) dan Kamis( 4/1/2018). Lama pemadaman dirasakan warga empat sampai lima jam.
Untuk wilayah Bandarlampung, pemadaman terjadi hampir seluruh wilayah, namun secara bergantian sejak pagi hingga Kamis, dini hari.
“Mati lampu sekarang parah, seperti minum obat tiga kali sehari. Lamanya sampai empat jam lebih,” kata Lina, warga Kota Bandarlampung, Kamis (4/1/2018).
Ia mengeluh mati lampu terjadi pada hari, sehingga ia bersama keluarga tidak bisa menjalankan peralatan elektronik rumah tangga seperti mesin cuci dan menyeterika.
Menurutnya, pemadaman listrik terjadi sejak akhir tahun lalu. Namun, pada Desember 2017 lalu, durasi pemadaman listrik tidak sampai empat atau lima jam.
Seharusnya, lanjut dia, PLN mengumumkan pemadaman listrik akan terjadi di wilayah mana saja, sehingga warga dapat menyiapkan terlebih dahulu.
Divisi Manajer Hukum dan Humas PT PLN Distribusi Lampung Hendri AH mewakili manajemen PLN meminta maaf kepada pelanggan dan masyarakat atas ketidaknyamanan terjadinya pemadaman aliran listrik.
Menurut dia, pemadaman listrik dikarenan terjadi trip akibat sambaran petir pada Rabu kemarin pukul 6.15 WIB. Ia mengatakan sambaran petir tersebut mengenai jaringan penghantar listri SUTT 150 KV GI Bukit Kemuning Blambangan Umpu. Gangguan jaringan SUTT tersebut menyebabkan 21 GI wilayah kerja Area Tanjungkarang, Metro, dan beberapa wilayah di Kotabumi sempat kehilangan tegangan listrik.
Selain itu, mengakibatkan 129 penyulang Lampung dipadamkan, dan selanjutnya 59 penyulang Lampung. “Masih dilakukan penormalan secara bertahap,” katanya. PLN Distribusi Lampung berharap masyarakat dapat melihat area pemadaman aliran listrik di situs PLN dan akun media sosial PLN Distribusi Lampung, agar dapat mengantisipasi sebelu (Mar/Lis)









