Harianpilar.com, Bandarlampung – Menambah wawasan bagi para Nominator Lomba menulis Essay dan masyarakat umum, jurnalis senior Oyos Saroso HN dan Budisantoso Budiman dari LKBN Antara Biro Lampung, mengisi kursus singkat menulis (coaching klinik) di Mall Boemi Kedaton (MBK), Senin (4/12/2017).
Kurus menulis singkat merupakan puncak rangkaian acara dari kegiatan tri lomba Lampung Terus Membangun ini, juga memberikan kesempatan kepada para nominator untuk bercerita dihadapan dewan juri alasan dan tujuan mereka mengikuti kegiatan lomba.
Pengembangan ekonomi kreatif dan destinasi wisata menjadi tema favorit penulis dalam lomba msnulis Lampung Terus Membangun.
Perwakilan peserta, Muhamad Ibram mengatakan, pengembangan ekonomi kreatif menjadi gagasan utama dalam membangun Provinsi Lampung.
Siswa SMAN 1 Way Jepara, Lampung Timur ini juga menyampaikan, Provinsi Lampung memiliki banyak potensi untuk pengembangan ekonomi kreatif.
“Ini yang mendorong saya untuk mengambil tema dalam lomba menulis esay ini,” ujarnya dalam acara kursus menulis singkat di Mall Boemi Kedaton (MBK) Bandarlampung, Senin (4/12/2017).
Kemudian penulis lain, Surya Gandhi menyampaikan, Provinsi Lampung dapat berkembang pesat jika pariwisata juga berkembang.
Mahasiswa Universitas Lampung ini menilai, Provinsi Lampung memiliki banyak potensi destinasi wisata untuk dikembangkan.
“Tema pengembangan destinasi wisata dengan adanya pembangunan jalan tol dan bandara ini yang saya angkat dalam lomba nulis ini,” jelasnya.
Untuk diketahui, Dinas Komunikasi Informasi dan Statistik Provinsi Lampung mengadakan lomba menulis essay dengan tema Lampung Terus Membangun.
Dan dari beberapa nominator berasal dari latar belakang yang berbeda-beda di Provinsi Lampung, mulai dari guru, mahasiswa, peneliti, Aparatur Sipil Negara (ASN) hingga pelajar.
Terpisah, dalam pemaparannya, Oyos Saroso HN, selaku jurnalis senior menjelaskan, bahwa peniliaan para juri terhadap naskah para peserta, dilakukan dengan mengedepankan kualitas tulisan. Para juri terdiri dari berbagai latar belakang, mulai dari akademisi, jurnalis, pengamat ekonomi, dan dari Pemprov Lampung.
“Kami punya sudut pandang masing-masing. Tapi, kami punya standar penilaian, yakni kesesuaian judul dengan isi, pemilihan kata atau diksi, dan kedalaman penulis menggali tema,” kata Oyos.
Sementara itu, Budisantoso Budiman, lebih menjelaskan mengenai teknik penulisan artikel ilmiah yang meliputi kerangka tulisan, pedoman penulisan, dan lain sebagainya.
“Banyak kelemahan tulisan adalah dari aspek bahasanya. Penulis tidak bisa membedakan mana yang harus dikasi tanda petik, tanda koma, penggunaan huruf kapital dan lainnya. Karena kelihatan sekali, banyak karya tulisan yang masuk, bahasanya amburadul,” papar Budi.
Rangkaian acara, selain pelatihan menulis essay, akan ada Coaching Clinic Fotografi yang akan dipandu oleh Arbain Rambey, Jurnalis dan Fotografer Nasional. Selain tiu ada juga Bedah Medsos Video Instagram oleh Rizky Anugerah dari @lampunginsta dan Ale @lampung_kuliner.
Acara juga akan dimeriahkan dengan gelaran fashion show dari Tapis Art Collection bertajuk Tapis Zaman Now. Pengunjung juga akan disajikan kopi robusta Lampung secara gratis, dan berbagai doorprize. (Ramona/Maryadi)









