oleh

KAD Lampung Diminta Gandeng Pengusaha Lokal

Harianpilar.com, Bandarlampung – Komite Advokasi Daerah (KAD) Lampung diharapkan mampu menggandeng pengusaha lokal. Hal tersebut disampaikan Bupati Lampung Tengah, Mustafa usai menghadiri Seminar Nasional KAD Lampung di Gedung Serba Guna (GSG) Universitas Malahayati, Selasa (28/11/2017).

“Saya berharap KAD dapat merangkul pengusaha-pengusaha local, agar pemberdayaan pengusaha lokal ini dapat berkembang secara cepat,” ujarnya saat diwawancarai awak media usai  menjadi pembicara dalam seminar nasional KAD Lampung di Gedung Serba Guna (GSG) Universitas Malahayati, Senin (28/11/2017).

Menurutnya, Provinsi Lampung akan cepat tumbuh dan berkembang karena usaha dan ekonomi masyrakat.

“Nggak mungkin lampung ini tumbuh dengan sendirinya atau tumbuh dengan pemerintahannya tapi bagaimana mendorong usaha dan investasinya di provinsi Lampung,” jelasnya.

Untuk itu, Bupati Ronda ini sangat mengapresiasi terbentuknya KAD di Provinsi Lampung.

“Oleh karenanya, melalui KAD ini lah mereka bisa memberikan keadilan dan memberikan payung hukum baru kepada para pengusaha-pengusaha yang memang selama ini belum diberikan kesempatan oleh pemerintah daerah dan konglomerasi,” tukasnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Ketua Kadin Lampung, Muhamad Kadafi. Rektor Universitas Malahayati ini mengharapkan, KAD ini bisa menjembatani antara sektor pengusaha dengan pemerintah.

“Kita tidak ingin pengusaha yang berpotensi di Lampung bisa mendapat dukungan dari pemerintah. Karena daerah akan berkembang cepat jika usaha juga maju,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua KAD Lampung, Wahrul Fauzi Silalahi menjelaskan, KAD ini lahir sebagai wadah riset atau wadah rekomendasi untuk meluruskan perbuatan-perbuatan yang tidak benar atau yang tidak dibenarkan secara undang-undang baik secara kebijakan, izin, maupun pengadaan barang dan jasa.

“Kita ingin kebijakan-kebijakan yang dibuat bebas dari intervensi-intervnsi korporasi. Kita ingin semuanya bersih dari campur tangan korporasi,” jelasnya. (Ramona/Mar)