Harianpilar.com, Pesawaran – Kegiatan Bursa Inovasi Desa (BID) ini merupakan referensi bersama bagi pembangunan desa yang lebih kreatif dan inovatif, serta pertukaran pengetahuan atau knowoledge sharing pada proses perencanaan pembangunan di tingkatan desa.
Hal ini dikatakan Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona dalam kegiatan BID Kabupaten Pesawaran tahun 2017, diaula GSG pemkab setempat selasa (28/11/2017).
Dikatakannya, satu bentuk apresiasi yang mesti dikembangkan terus-menerus untuk mendorong pembangunan desa dengan memberikan penghargaan atas Kerja Kerja Kerja yang telah dilakukan oleh seluruh masyarakat desa, tentunya saling membagi pengetahuan khususnya dalam upaya yang lebih inovatif, akan mempercepat pembangunan desa, karena desa akan memperoleh banyak referensi dan dapat mereplikasi kegiatan pembangunan yang baik di daerah lain.
Dia memaparkan lebih jauh, bahwa ditahun 2017 ini Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, meluncurkan suatu program yang bernama Program Inovasi Desa (PID), yang difokuskan untuk mendorong:
Pertama, peningkatan kualitas pemanfaatan Dana Desa dengan memberikan rujukan inovasi pembangunan desa. Kedua, merevitalisasi peran pendamping dalam pengembangan potensi ekonomi lokal dan kewirausahaan, pengembangan sumber daya manusia serta infrastruktur desa.
Ketiga, memicu munculnya inovasi dan pertukaran pengetahuan secara partisipatif dan ke empat bentuk dukungan kepada desa agar lebih efektif dalam menyusun penggun Dana Desa sebagai investasi dalam peningkatan produktivitas dan kesejahteraan masyarakat.
“Program ini diharapkan merangsang munculnya inovasi-inovasi baru dalam praktik pembangunan, dan solusi inovatif untuk menggunakan Dana Desa yang lebih berkualitas, tepat dan efektif. Kaeens berdasarkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Tahun 2015 -2019, sasaran pembangunan desa adalah mengurangi jumlah desa tertinggal dan meningkatkan jumlah desa mandiri,” ujar Dendi di aula GSG Pemda Pesawaran, Selasa (28/11/2017).
Adapun tantangan membangun kemandirian desa lanjut putra mantan Bupati Lampung selatan (Zulkifli Anwar) ini, terletak pada perlu ditingkatkannya skala ekonomi dan sumberdaya manusia yang terampil.
Hal ini merupakan derivasi strategi dalam percepatan pembangunan desa pada tahun 2017, yang dicanangkan oleh Kementerian Desa, PDT dan Tranmigrasi, yaitu mengembangkan Program Prioritas yang terdiri dari kegiatan: Pertama, pengembangan Produk Ungulan Desa dan Kawasan; kedua pengembangan BUMDesa / BUMDesa Bersama; ketiga, pengembangan dan Pembangunan Embung atau Penampungan Air Lainnya; dan ke empat pengembangan dan Pembangunanan Sarana Olahraga.
“Satu hal yang penting saya sampaikan, Program Inovasi Desa (PID) diharapkan mampu memberikan terobosan yang lebih cepat kepada setiap desa untuk berlomba-lomba dalam membangun desanya. Melalui PID, masyarakat desa dapat mencapai rencana yang telah digariskan tersebut. PID dapat memberikan kontribusi yang besar dalam mendukung Kebijakan Program Prioritas Tahun 2018 Kementerian Desa PDTT.
Dalam pengembangan PID di Kabupaten Pesawaran, hendaknya dibangunlearning center bersama antara pemerintah, masyarakat dan seluruh pendamping profesional. Pada masa mendatang, kita semua berdoa agar Kabupaten Pesawaran memiliki Balai Latihan Masyarakat (BLM). Sehingga dengan adanya balai-balai tersebut, diharapkan dapat mempermudah masyarakat yang ingin memperoleh pengetahuan dan keterampilan kreatif dan inovatif dari hasil-hasil Program Inovasi Desa, serta menjadi pusat pembelajaran bersama,” katanya. (Fahmi/Mar)









