oleh

Bupati Mesuji Instruksikan SKPD Tangani Korban Banjir

Harianpilar.com, Mesuji – Banjir yang melanda Kabupaten Mesuji di 14 Desa, Kecamatan Mesuji Timur, Mesuji akhirnya mendapat respon cepat dari berbagai kalangan. Bahkan, Bupati Mesuji Khamami juga telah memerintahkan SKPD terkait dan aparat pemerintahan untuk mencari solusi.

Langkah tersebut seperti yang dilakukan Cakat Mesuji Timur, bahkan pihaknya langsung bergerak mencari solusi sekaligus menindaklanjuti petunjuk Bupati.

“Saat ini kita akan meminta pendapat masyarakat Desa Margo Jaya, Desa Tanjung Menang, dan beberapa desa lainnya. Tujuannya tidak lain untuk men cari solusi / pendapat dari masyarakat, sehingga pendapat tersebut akan disampaikan kepada Bupati,” tukasnya.

Hal itu, tidak lain akibat banjir yang melanda 14 desa di Kecamatan Mesuji Timur, Kabupaten Mesuji yang saat ini belum kunjung surut.  Banjir ini terjadi dikarenakan curah hujan yang tinggi akhir – akhir ini.

Kepala Desa Dwi Karya Mustika Rochmad mengatakan, memang selama sepekan ini debit air sangat tinggi. Bahkan, banjir yang terjadi telah merendam beberapa bagian rumah, jalan dan perkebunan. Akibat itu menyebabkan masyarakat atau petani mengalami kerugian puluhan juta rupiah akibat gagal panen.

“Banjirnya parah, bahkan sebagian akses jalan di beberapa titik mengalami lumpuh total. Yang lebih parah yakni dilahan perladangan warga dimana ketinggian airnya mencapai 1 sampai 1,5 Centi Meter (CM),” paparnya.

Dikatakan Rochmad, banjir yang melanda dibeberapa desa termasuk di Desa Dwi Karya Mustika (DKM) memang membuat akses menjadi lumpuh total. Sedangkan diarea perladangan hampir seluas 200 hektar terendam, sehingga membuat tanam tumbuh gagal tanam.

“Ia, bila melihat debit airnya seperti ini maka akan berdampak buruk bagi masyarakat. Apalagi tanam tumbuh baik padi, tanama cabai dan sebagainnya gagal panen,”paparnya.

Sementara saat ditanya apakah Pemkab Mesuji sudah melakukan langkah – langkah terkait banjir yang melanda dibeberapa desa Khusus di Desa DKM, dengan tegas Rochmad mengatakan bahwa tindakan atau sebagainya belum dilakukan, dan hanya barus sebatas pendataan semata.

“Belum, hanya baru sebatas pendataan saja. Sedangkan langkah – langkah lainnya belum ada, baik itu bantuan atau sebagainya. Yang baru kami lihat hanyalah perahu karet, itupun ada di Tebing Karya Mandiri, akan tetapi Bupati sudah melakukan kunjungan untuk melihat kondisi masyarakat,”tukasnya.

Sementara Sekertaris Dinas Sosial (Dissos) Mesuji Suhaimi, membenarkan bahwa hanya sebatas pendataan dan peninjauan. Karena, baperstok makanan dan lainnya masih kosong. Akan tetapi persoalan ini sudah kita laporkan dengan Bupati Mesuji.

“Memang hingga saat ini belum ada bantuan apapun yang disalurkan kepada masyarakat yang terkena musibah banjir. Sebab, kita lagi mau berkoordinasi dengan pak Bupati langkah apa yang harus dilakukan dalam penanganan banjir yang melanda 14 Desa di Kecamatan Mesuji Timur,”jelasnya.

Sebab, selain meminta petunjuk dengan Pak Bupati, kita juga akan segera berkoordinasi dengan OPD terkait dalam penanganan banjir tersebut. Karena, banjir ini melibatkan Dinas Pertanian, Pendidikan, Kesehatan, BPBD, Sosial dan beberapa dinas terkait lainnya.

“Tetap ada bantuan yang akan disalurkan kemasyarakat yang terkena musibah banjir. Akan tetapi saat ini kita kehabisan stok terlebih sudah akhir tahun. Tetapi, pihaknya akan segera meminta bantuan ke Provinsi. Karena kita yakin stok bahan makanan di Provinsi masih ada,”singkatnya.

Sementara 14 Desa yang diterjang banjir di Kabupaten Mesuji, Desa yang terendam yakni Desa Muara Asri, Tanjung Mas Mulya, Tanjung Mas Jaya, Tanjung Mas Makmur, Muara Mas, Tanjung Mas Rejo, Pangkal Mas, Pangkal Mas Mulya, Pangkal Mas Jaya, Sungai Cambai, Wonosari, Eka Mulya, Dwi Karya Mustika, dan Talang Batu. (Sandri/Mar)