oleh

Belasan Gajah Talang Bamban Terus Dihalau

Harianpilar.com, Tanggamus – Penggiringan 12 ekor gajah liar kelompok Talang Bamban sudah sampai daerah Talang Bamban yang letaknya di Taman nasional Bukit Barisan (TNBBS) yang berbatasan dengan hutan lindung.

Petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), Herman mengatakan, lokasi tersebut merupakan perbatasan antara TNBBS dengan hutan lindung 31. Sekaligus tempat biasa kelompok gajah liar Talang Bamban tinggal. Gajah liar tersebut memang gajah dari hutan TNBBS, namun selain hidup di sana, gajah tersebut juga hidup di daerah Talang Bamban. Untuk itulah dinamakan kelompok Talang Bamban.

“Meski sudah sampai Talang Bamban penggiringan tetap diarahkan masuk hutan TNBBS sampai sedalam-dalamnya, tidak cukup pinggir hutan TNBBS saja, antisipasi gajah bisa keluar lagi,” terang Herman, Jumat (24/11/2017).

Herman mengaku, penggiringan belum diketahui sampai kapan. Penggiringan dimulai sejak Senin (20/11/2017) lalu. Awal penggiringan dari Pekon Talang Asahan, Kec Semaka, lalu digiring masuk hutan register 39, dan berhasil masuk ke hutan TNBBS.

“Namun ternyata gajah liar ke luar lagi sampai ke daerah Talang Maung, dekat Pekon Sidomulyo, sebelah selatan Pekon Talang Asahan. Lantas penggiringan berlanjut agar menjauh dari Talang Maung, dan di arahkan ke Talang Bamban, sebelah selatannya,” terangnya.

Tujuannya agar gajah liar bisa masuk lagi hutan TNBBS, kata Herman, karena letak hutan TNBBS memanjang bersebelahan dengan register 39 dan 31 yang berdampingan utara-selatan. Penggiringan dilakukan dengan empat ekor gajah latih dari Way Kambas, lalu 12 pawang dari Way Kambas dan Pemerihan, Pesisir Barat, warga, BKSDA, TNBBS, WWF, WCS, dan Polhut.

“Jadi pawang lebih fokus pada penggiringan, sedangkan lainnya ada yang ikut menggiring, ada yang bertugas kirimkan makanan,” terang Herman.

Herman menceritakan, selama proses penggiringan sangat diperhatikan kondisi gajah penggiring dan gajah yang digiring. Lalu keutuhan gajah yang digiring agar dipertahankan tetap 12 ekor.

“Itu juga terkadang yang membuat lambat, jangan sampai gajah liar terpencar, kalau akan terpencar ditunggu dulu, jangan digiring terus karena bisa terpencar, karena apabila sampai terpencar maka gajah yang digiring akan kembali lagi,” ungkapnya.

Lebih lanjut Herman menjelaskan, jika dari awal gajah sudah dalam kondisi berkelompok maka seterusnya akan berkelompok. Jika terpencar pasti akan bergabung lagi, terlebih gajah miliki insting yang kuat dan mampu berkomunikasi jarak jauh dengan sesama anggota kelompoknya.

“Harapannya sekarang gajah liar bisa digiring masuk sedalam-dalamnya ke TNBBS, selanjutnya gajah penggiring keluar hutan TNBBS dan berjaga di luar untuk antisipasi gajah liar keluar lagi,” ujar Herman. (Imron/Agus)