oleh

Dua Lokal SMPN 1 Kotaagung Rusak Berat

Harianpilar.com, Tanggamus – Dua lokal kelas di Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 1 Kotaagung Barat Kabupaten Tanggamus terbengkalai dan rusak berat.

Dua gedung yang terdiri dari 2 lokal ruang kelas dalam satu gedungnya itu berasal dari hibah SMKN 1 Kotaagung Barat sejak tahun 2012 silam, namun hanya satu gedung dengan dua ruang kelas yang bisa di manfaatkan. Sedangkan dua ruang kelas lainnya masih terbengkalai dan butuh perhatian Dinas Pendidikan Kabupaten setempat.

Bendahara SMPN 1 Kotaagung Barat, Almuhaisin, mengatakan, di SMPN1 Kotaagung Barat saat ini sudah memiliki 14 ruang kelas. Tapi jumlah ruang itu masih belum cukup untuk menampung siswa sebanyak 417 siswa/siswi yang terbagi 15 rombongan belajar (Rombel).

“Untuk memenuhi kekurangan tersebut, kami terpaksa menggunakan ruang Laboratorium Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). Sudah pasti hal tersebut akan berdampak pada fungsi Lab IPA yang tidak bisa berjalan sebagaimana mestinya,” ungkapnya, Selasa (21/11/2017).

Almuhaisin mengungkapkan, meski di tahun 2016 pihak sekolah telah mengajukan proposal guna rehabilitasi ruang kelas, dan disetiap penyusunan data Dapodik permintaan rehab juga terlampir namun belum juga mendapat kepastian yang jelas.

“Besarnya biaya rehab kedua lokal tersebut melebihi batas kemampuan pihak sekolah, mungkin jika hanya rehab ringan seperti perbaikan pintu dan untuk mengecat tembok masih bisa menggunakan dana BOS. Tapi jika untuk rehab berat hal itu tidak bisa dilakukan,” jelas dia.

Almuhaisin mengaku meskipun ada 2 lokal kelas hibah dari SMKN 1, namun karena sudah tidak layaknya keadaan kedua ruangan tersebut, dan demi keamanan para siswa/siswi kedua lokal sengaja di biarkan agar tidak di singgahi para anak didik,karena berbahaya bagi keselamatan mereka. “Sekarang keadaanya semakin buruk, bahkan ada bagian dinding yang bisa rubuh kapan saja,” terangnya.

Almuhaisin berharap adanya bantuan anggaran untuk membangun kembali gedung tersebut, karena sudah tidak bisa direhab kembali. “Kami (pihak sekolah) berharap kesigapan Pemerintah, melalui dinas terkait agar dapat menganggarkan untuk pembangunan ruang kelas itu, lokasi memang sudah ada dan tinggal merehap bagian dinding dan atapnya saja, karena sayang kalau tidak dimanfaatkan,” pungkasnya. (Imron/Agus)