oleh

Petani Keluhkan Rendahnya Harga Getah Karet

Harianpilar.com, Tulangbawang Barat – Kondisi Jalan Poros di Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) dinilai cukup berpengaruh pada harga jual hasil kebun petani setempat. Kondisi jalan yang rusak cukup berdampak pada biaya operasional.

Secara terpisah beberapa Petani di Kabupaten Tubaba mengeluhkan harga jual hasil kebun yang dinilai cukup rendah. Dan kondisi tersebut merupakan dampak dari besarnya biaya operasional. Terutama dalam pengangkutan hasil usaha Kebun Petani Karet, di kawasan 3 kecamatan sebelah utara Tubaba.

Suparman, petani karet di Kecamatan Batu Putih, Kabupaten Tubaba, dan beberapa rekan petani lainya, mengeluhkan rendahnya harga jual hasil usaha kebun milik mereka, saat dijumpai di kediamanya Senin (13/11/2017). Hal tersebut menurutnya juga dikeluhkan oleh hampir sebagian besar rekan sesama petani karet diwilayahnya.

“Baru juga beberapa bulan harga jual karet di wilayah saya mulai membaik. Harga jualnya antara Rp7 ribu sampai Rp8 ribu perkilo, dan jika kuwalitas baik bisa sampai Rp9 ribu. Tapi sekarang, kami cukup kebingungan mensiasati biaya pengelolaan kebun dengan harga jual antara Rp5 ribu sampai Rp6,5 ribu perkilo”, kata Suparman.

Hal tersebut dibenarkan pula oleh Agus Sujono dan beberpa petani kater lainya. Menurut mereka hal tersebut cukup dipengaruhi oleh salah satu hal yakni biaya operasinal. Dan kondisi jalan poros merupakan hal yang cukup mempengaruhi besaranya biaya tersebut.

“Sebagai salah satu pengepul karet hasil kebun petani di Tiyuh Toto Katon. Warga terpaksa menekan harga beli karena biaya operasional dalam perjalanan yang kini mulai membengkak. Kondisi ini juga dialami oleh rakan-rekan kami lainya di Kecamatan Batu Putih, Gunung Terang, dan Kecamatan Gunung Agung”, papar mereka. (Epri/Mar)