Harianpilar.com, Bandarlampung – Pemerintah Provinsi Lampung mengklaim perekonomian Provinsi Lampung tumbuh pada kisaran 5,2 – 5,5 % di Tahun 2018 mendatang. Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Gubernur Lampung, Bachtiar Basri dalam sambutan pada sidang paripurna DPRD Lampung tentang penyampaian rancangan kebijakan umum anggaran (KUA) dan prioritas dan plafon anggaran sementara (PPAS) APBD Provinsi Lampung Tahun Anggaran 2018 di Ruanh Rapat Paripurna DPRD Lampung, Senin (13/11).
Orang nomor dua di Provinsi Lampung ini mengatakan, perekonomian Lampung di tahun 2018 mendatang diperkirakan masih berpeluang untuk tetap tumbuh sejalan dengan optomisme pertumbuhan ekonomi nasional yang terua menuju perbaikan.
“Meskipun terbatas, pertumbuhan ekonomi Lampung beberapa tahun terakhir masih lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi nasional,” terangnya.
Terkait pengendalian inflasi, lanjutnya, Pemerintah Provinsi Lampung tetap mempertahankan tingkat inflasi Lampung di Tahun 2018 pada kisaran 4 plus minus satu persen.
“Dengan asumsi pertumbuhan ekonomi Lampung 5,2 sampai 5,5 % dan laju inflasi 4 plus minus 1 %, maka diharapkan dapat mencerminkan kondisi perekonomian daerah yang realistis,” tukasnya.
Kemudian, dalam pelaksanaan urusan pemerintah daerah di tahun 2018, Pemerintah Provinsi Lampung merencanakan pengalokasian Belanja Daerah sebesar Rp. 7,227 triliun.
“Ini terdiri dari belanja tak langsung sebesar Rp. 4,543 triliun dan belanja langsung sebesar 2,684 triliun,” jelasnya.
Sementara itu, disisi Pendapatan Daerah direncanakan mencapai Rp. 6,622 Triliun.
“Ini terdiri dari komponen PAD diproyeksikan mencapai Rp. 2,689 triliun, komponen dana perimbangan Rp. 3,9 triliun, dan komponen lain penpatan yang sah Rp. 33,211 miliar,” paparnya.
Lebih lanjut, politisi PAN Lampung ini mengharapkan pembahasan APBD 2018 tersebut selesai tepat waktu.
“Hari ini kita telah menyampaikan lapoean KUA-PPAS. Dan diharapkan pembahasannya ini selesai tepat waktu di Desember,” tukasnya. (Ramona/Maryadi)









