oleh

Puluhan Security Pasar BJP Demo Tuntut Gaji

Harianpilar.com, LampungTengah – Lantaran tiga bulan tidak menerima gaji, puluhan security Pasar Bandar Jaya Plaza (BJP) Lakukan demo didepan Pasar BJP.  Mereka menuntut haknya kepada PT. Pandu Jaya Buana selaku pengelola Pasar BJP, Minggu (12/11/2017).

Koordinator demo yang juga Wakil Direktur PT. GPP selaku mitra kerja PT. PJB dibidang keamanan Intan Komalasari mengatakan, dirinya dan rekan- rekan menuntut haknya. Sebab, sudah tiga bulan security Pasar BJP tidak menerima gaji.

‎”Sudah tiga bulan ini security tidak menerima gaji sepeser-pun dari PT. Pandu. Karenanya kami sepakat melakukan demo ke perusahaan agar hak kami segera dikeluarkan,” tegas Intan.

Menurut Intan, mandeknya gaji security pasar BJP ‎yang dikeluarkan PT. Pandu Jaya Buana tanpa adanya alasan yang jelas. Pihak perusahaan terkesan tidak mau bertanggungjawab dengan kewajibannya kepada security yang telah bekerja 1 x 24 jam mengamankan pasar tersebut.

Sementara, nasib security sangat miris. Karena, untuk membiayai kebutuhan sehari-harinya selama tiga bulan ini, sudah banyak yang menggadaikan kendaraan dan barang-barang lainnya hanya untuk menghidupi kebutuhan keluarganya.

“Jangankan bicara soal kesejahteraan security, untuk mencukupi biaya kebutuhan sehari-hari keluarganya saja sangat miris. Pihak security juga sudah berulang kali mempertanyakan gajinya kepada PT. Pandu, namun pihak perusahaan hanya memberikan jawaban yang tidak pasti,” ungkapnya.

Alibi perusahaa saat security, kata dia, pihak perusahaan selalu buang badan dan memberikan janji yang tak pernah ditepati, seolah tidak mau bertanggungjawab dalam hal ini.

“Pihak perusahaan banyak alasan dan selalu melempar masalah ini ke pimpinan perusahaan di pusat.‎ Kami berharap pimpinan perusahaan memikirkan nasib yang dialami security dan segera menyelesaikan persoalan ini,” harapnya.

Menanggapi hal ini Kepala Divisi Pengelola pasar BJP Hendri angkat bicara. Mewakili pimpinan perusahaan pihaknya berjanji segera menyelesaikan persoalan ini.

“Masalah ini segera kami sampaikan kepada pimpinan perusahaan. Mudah-mudahan minggu depan ‎gaji security sudah bisa dicairkan. Saya siap mengundurkan diri dari perusahaan jika gaji security tidak dikeluarkan,” tegas Hendri saat dikonfirmasi Harian Pilarbvia telepon selulernya.

Ketua Asosiasi Pedagang Pasar BJP Ariyadi angkat bicara. ‎Ia menilai PT. Pandu Jaya Buana selaku pegembang pasar yang punya wewenang dalam hal pengelolaan pasar baik itu dibidang keamanan, kebersihan dan lain sebagainya, tidak profesional dalam menjalankan tugas-tugasya selaku pengelola.

Sebab, kata Ariyadi, secara administrasi dan prosedur para pedagang pasar BJP telah memenuhi apa yang menjadi kewajibanya kepada PT. Pandu selaku pengelola pasar. Namun ia sangat menyayangkan sikap pihak perusahaan yang tidak bertanggungjawab dengan kewajibannya pada pihak security.

“Security itu yang bertanggungjawab mengenai keamanan pasar. ‎Tugas mereka itu sangat vital dan selalu standbay 1 x 24 jam menjaga toko dan barang-barang pedagang dipasar ini. Kewajiban pedagangkan sudah dipenuhi dalam hal retribusi yang ditarik PT. Pandu. Kenapa security selama tiga bulan gak digaji? Apa alasannya, tolong dijelaskan dengan detail kepada pihak security, biar persoalan ini segera selesai,” tegasnya.

Sesuai dengan statmen yang dikeluarkan pihak perusahaan, Ariyadi meminta janji-janji itu tidak meleset dan bisa ditepati. “Kasihan dong dengan nasib security yang selalu menjadi korban dengan janji palsu ‎pihak perusahaan. Saya tegaskan sekali lagi, jika permasalahan ini minggu depan tidak juga diselesaikan, saya mewakili para pedagang pasar BJP untuk sementara akan menghentikan tarikan retribusi yang dilakukan PT. Pandu sampai persoalan ini diselesaikan,” ancamnya. ‎(Edy/Maryadi)