Harianpilar.com, Lampung Timur – Pembangunan dua pasar di Kabupaten Lampung Timur (Lamtim) terancam molor. Pembangunan dua pasar yang direncanakan selesai pada akhir Desember 2017, saat ini, progresnya baru mencapai 50 persen.
Wakil Bupati Lampung Timur, Zaiful Bokhari didampingi Asisten Kepala Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Junaidi, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Najiullah, serta Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Rosdi, meninjau pelaksanaan dua lokasi pembangunan pasar rakyat, Rabu (01/11/2017).
Dua lokasi pembangunan pasar rakyat yang di tinjau adalah Pasar Rakyat Rajabasa Kecamatan Labuhan Ratu dan Pasar Rakyat Labuhan Maringgai Kecamatan Kecamatan Labuhan Maringgai.
Pembangunan pasar yang bersumber dari dana Tugas Pembantuan Kementerian Perdagangan Republik Indonesia Tahun 2017 tersebut telah dimulai sejak Agustus lalu dan mencakup 198 unit los ukuran 2 x 1,5 m dan 35 kios ukuran 2 x 3 m untuk Pasar Rakyat Rajabasa serta 192 los ukuran 2 x 1,5 m dan 39 kios ukuran 2 x 3 m untuk Pasar Rakyat Labuhan Maringgai.
Wakil Bupati Lampung Timur, Zaiful Bokhari mengatakan sesuai kontrak kerja yang ada, pembangunan pasar dijadwalkan harus sudah rampung pada akhir Desember 2017. Saat ini pembangunan Pasar Rakyat Rajabasa telah baru mencapai 50% dan Pasar Rakyat Labuhan Maringgai 46%. “Kami khawatir, degan sisa waktu yang tinggal dua bulan, pembangunan dua pasat tersebut tidak akan selesai. Kami pesimis target penyelesaian masa kontrak pembangunan dua pasar ini bisa terkejar,” kata Wabup.
Zaiful menekankan agar pembangunan kedua pasar tersebut dapat dikebut, sehingga dapat selesai tepat waktu dan dapat digunakan pada awal tahun 2018.
“Kita minta dengan rekanan untuk bisa memacu kegiatan (pembangunan pasar) yang ada di lapangan ini dan Saya juga minta kepada rekanan untuk dapat melaksanakan kegiatan ini betul betul sesuai spek. Pekerjaan ini progresnya harus kita perhitungkan,” paparnya.
Dikatakannya, pemerintah daerah kabupaten Lampung timur dalam hal ini akan melakukan pembayaran sesuai dengan progres yang terpasang dan kita tidak mau ambil resiko, pekerjaan ini akan dibayarkan sesuai dengan progres yang terpasang. Kita tidak ingin ada masalah masalah di kemudian hari,” terang Zaiful.
Pembangunan pasar rakyat yang dibiayai dari dana Tugas Pembantuan itu juga menyediakan fasilitas umum seperti kantor pengelola, toilet, ruang laktasi, mushola, pusat anjungan tunai mandiri (ATM) dan penampungan sampah sementara. (Chandra/Maryadi)









