Harianpilar.com, Bandarlampung – Perkembangan pembangunan di Provinsi Lampung terutama di bidang pendidikan terus mendapat perhatian dari pemerintah pusat. Pasalnya, pemerintah pusat melalui Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mengalokasikan pembangunan empat sekolahan baru di tahun 2018. Keempatnya adalah Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) teknologi Industri Perkebunan dan Pertanian dengan kurikulum 70% di industri dan 30% di sekolah.
Hal itu diungkapkan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Muhajir Effendi, saat sambutan jamuan makan malam bersama Panitia Olimpiade Ahmad Dahlan, di Mahan Agung, Kamis (26/10/2017) malam. Menurut Mendikbud, capaian Lampung cukup menonjol di bidang pendidikan dasar dan menengah termasuk SMK.
“Saya tidak tahu persis ada berapa. Itu datanya sudah ada di Direktorat SMK. Karena itu sudah menyangkut hal teknis. Seinget saya bakal ada empat SMK Industri yang akan ada di Lampung,” ujarnya.
Menurutnya, pengalokasian pembangunan empat SMK Industri di Lampung ini sudah sangat tepat.
Karena, lanjutnya, melihat perkembangan industri di Provinsi Lampung yang pesat maka perlu dicetak tenaga kerja industri yang benar asli dari Lampung.
“Jadi harapannya ketika Lampung memerlukan tenaga kerja industri, maka bisa menarik tenaga kerja dari lulusan SMK ini. Tidak perlu menarik tenaga kerja dari luar daerah,”ungkapnya.
Dia menjelaskan, pengalokasian anggaran pembangunan SMK Industri ini sudah dialokasikan dua tahun anggaran.
“Sudah dialokasikan tahun ini dan akan dilanjutkan di tahun depan. Jadi multiyears. Karena tidak mungkin ini dilaksanakan dalam masa satu tahun anggaran,” jelasnya.
Ia berharap, dengan adanya SMK Industri ini kedepannya dapat mencetak tenaga-tenaga kerja yang handal di bidang industri.
“Jadi ini adalah program yang diharapkan bisa mendorong kemajuan industri dengan mencetak dan menyerap tenaga kerja lokal,” pungkasnya.(Ramona/Mar)









