oleh

Jalan Pekon Tegineneng Kembali Normal

Harianpilar.com, Tanggamus – Jalan lintas penghubung Kecamatan Limau yang sempat tertutup matrial akibat tanah longsor yang terjadi di Pekon Tegineneng Kecamatan Limau Kabupaten Tanggamus, pada hari Senin (16/10/) kemarin, saat ini sudah dapat dilalui oleh kendaraan roda empat meskipun masih sistem buka tutup.

Menurut Camat Limau Mahfus mengatakan bahwa, saat ini matrial longsor yang menutupi jalan sudah disingkirkan dengan bergotong royong warga masyarakat sekitar dengan aparat Kepolisian, TNI dan BPBD Tanggamus.

“Sejak tadi pagi kami bergotong royong menyingkirkan matrial longsor yang menutup akses jalan, dan saat ini sudah bisa dilalui, meskipun belum sepenuhnya selesai,” katanya saat dihubungi melalui via telepon genggamnya, Selasa (17/10/2017).

Mahfus menambahkan sisa matrial longsor yang masih tersisa adalah bebatuan besar dan pohon yang tidak dapat disingkirkan oleh tenaga manusia meskipun dengan beramai-ramai.

“Matrial longsor masih ada yang tersisa, bahkan masih menutupi sebagian badan jalan, karena matrial yang tersisa tidak bisa dibersihkan dengan tenaga manusia dan harus menggunakan alat berat,” ujarnya.

Untuk alat berat, lanjut Camat, pihaknya sudah berkoordinasi dengan BPBD Tanggamus namun saat ini masih belum bisa diturunkan kelokasi itu karena masih dipakai ditempat lain.

“Kami sudah minta ke BPBD untuk diturunkan alat berat, tapi saat ini menurut keterangan mereka alat berat masih dipakai di Way Belu Kecamatan Kota agung Barat untuk normalisasi sungai paska banjir yang melanda daerah itu beberapa hari yang lalu,” ungkap Camat.

Selanjutnya Mahfus berharap agar pihak terkait dapat melakukan perbaikan dan melandaikan sisi tebing yang masih sangat curam untuk menghindari terjadinya longsor susulan ketika hujan kembali turun.

“Kalau harapan saya jika alat berat diturunkan bukan hanya sekedar memindahkan matrial yang tersisa, tetapi juga dapat melandaikan tebing, agar tebing disisi jalan itu tidak kembali longsor, sebab masih sangat curam,” harapnya.

Lebih lanjut Camat juga menghimbau kepada masyarakat sekitar yang memiliki lahan disisi jurang atau dipuncak jurang tersebut untuk tidak menggundulkan lahan atau menebangi pohon besar yang berpungsi sebagai resapan air, karna menurutnya salah satu penyebab terjadinya longsor adalah sisi tebing yang gundul.

“Tebing disisi jalan itu merupakan lahan perkebunan warga, dan kebetulan sedang digarap oleh pemiliknya dengan mengganti jenis tanaman, sehingga keadaanya sedang gundul. Saya harap warga yang memiliki lahan disana agar jangan lagi menebangi pohon yang besar atau membuka lahan yang sudah terlalu dekat dengan sisi jurang tersebut, serta selalu berhati-hati ketika melintas dijalan tersebut, sebab kemungkinan longsor bisa kembali terjadi sebelum arel itu diperbaiki sepenuhnya,” tukas Camat Limau. (Agus/Mar)