Harianpilar.com, Bandarlampung – Anggaran Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Provinsi Lampung tahun 2015 dinilai irasional. Belasan miliar anggaran habis untuk meetting luar daerah, pengadaan buku agenda, pena, name tag, spidol, kertas flipchart, dan lainnya cenderung boros dan berpotensi terjadi mark-up.
Berdasarkan dokumen yang di peroleh Harian Pilar, terdapat anggatan Rp 15.364.800.000 dari APBN tahun 2015 di PMD Provinsi Lampung untuk perjalanan dinas meeting luar kota ini terdiri dari 11 item yakni Belanja Perjalanan Dinas Paket Meeting luar kota yang dilaksanakan di Lampung dengan akomodasi dan konsumsi pelatih serta peserta 44 orang 194 kelas selama 4 hari.
Kemudian, belanja tas pelatihan, buku agenda pelatihan, pena, name tag peserta, spidol, kertas flipchart, buku kas peserta, laser pointer, kertas HVS pelatihan dan rapat koordinasi Provinsi Pengendalian P3MD. Dari semua item dilaksanakan di Lampung.
Kegiatan ini mulai terbongkar lantaran banyak pihak melihat adanya kejanggalan mengenai besaran anggaran kegiatan, selain dari peserta hanya 44 juga dilaksanakan selama 4 hari. Inilah yang memunculkan dugaan adanya indikasi korupsi di Dinas PMD Lampung.
“Kalau memang begitu fakta yang di temukan memang irasional. Artinya besaran anggaran untuk kegiatan meeting liar kota, pengadaan tas, name tag dan lainnya itu hingga belasan miliar seperti sangat janggal. Bukan mustahil itu terjadi mark-up, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) harus melakukan audit investigasi,” ujar Tim Kerja Institute on Corruption Studies (ICS), Apriza, saat di mintai tanggapannya, Rabu (4/10/2017).
Menurutnya, Kejaksaan Tinggi (Kejati) Lampung harus proaktif menyikapi masalah itu, sehingga bisa di ketahui secara jelas masalahnya.”Laporkan saja ke penegak hukum, seperti ke Kejati Lampung. Kejati harus proaktif juga,” tandasnya.
Pihak Dinas PMD Lampung mengaku tidak memahami program perjalanan dinas yang menghebohkan Lampung saat ini. Kasubag Perencanaan Dinas PMD Lamoung Aziz saat dikonfirmasi wartawan mengaku tidak memahami sebab pada saat itu baru dimutasi ke Dinas PMD Lampung sehingga pada 2015 tidak tahu apa-apa.
Sementara, Kepala PMD Lampung Yuda Setiawan sampai hari ini belum berhasil dikonfirmasi.(Maryadi)









