oleh

Tender Proyek PU Waykanan ‘Beraroma’ Dugaan KKN

Harianpilar.com, Bandarlampung – Terus terkuaknya perusahaan-perusahaan yang ‘memborong’ pemenangan tender proyek milik Dinas Pekerjaan Umum (PU) Waykanan setiap tahunnya dengan penawaran yang sangat mendekati Harga Perkiraan Sendiri (HPS) dan peserta tender mayoritas sama dinilai mengindikasikan ada permainan yang mengarah ke dugaan praktik korupsi kolusi dan nepotisme (KKN).

Awalnya hanya CV. Anugrah Jaya Abadi yang terkuak bisa memenangkan banyak tender proyek ditahun 2016 dan 2017 di Dinas PU Waykanan dengan penawaran sangat mendekati HPS, nilai penawaran seluruh peserta juga mendekati HPS dan peserta tender juga mayoritas sama. Namun belakangan kembali terkuak perusahaan yang memborong pemenangan tender dengan ‘modus’ serupa yakni CV. Buay Bangsawan.

“Semakin banyak perusahaan yang terbongkar bisa memenangkan banyak proyek dengan modus seperti itu maka semakin kuat juga kecurigaan ada permainan dalam tender itu yang berbau dugaan KKN. Karena sangat kecil kemungkinan itu terjadi secara kebetulan, karena lebih dari satu peruaahaan yang bisa seperti itu,” ujar Tim Kerja Institute on Corruption Studies (ICS), Apriza, saat di mintai tanggapannya, Selasa (3/10/2017).

Selain itu, lanjutnya, dari kondisi tender seperti itu besar kemungkinan ada pihak yang di untungkan. Namun, perlu peran penegak hukum untuk menelusuri siapa yang diuntungkan dan siapa saja yang berperan.”Tender proyek sebanyak itu pesertanya bisa mayoritas sama, penawaran juga bisa mayoritas mendekati HPS seperti itu masak akal tidak karena kebetulan? Jika tidak masuk akal maka patut diduga dikondisikan. Nah dari situasi itu sangat mungkin ada pihak yang diuntungkan. Tapi peran penegak hukum yang bisa mengusut itu sampai akar-akarnya,” tegasnya.

Menurutnya, apa yang diberitakan media massa belakangan ini perlu di apresiasi sebagai bagian dari peran masyarakat memerangi dugaan KKN dan sudah bisa dijadikan petunjuk awal.”Saya rasa tidak sulit lagi untuk mengurainya. Tinggal kita tunggu keberanian penegak hukum,” pungkasnya.

Sementara, Kepala Dinas PU Waykanan, Ali Rahman, hingga berita ini diturunkan belum berhasil dikonfirmasi.

Diberitakan sebelumnya, Indikasi tender sejumlah proyek milik Dinas Pekerjaan Umum (PU) Waykanan sarat mainan semakin kuat. Pasalnya, kembali di temukan adanya perusahaan yang bisa memenangkan tender banyak proyek setiap tahun dengan penawaran yang sangat mendekati Harga Perkiraan Sendiri (HPS), penawaran seluruh peserta juga mendekati HPS, bahkan peserta tender mayoritas sama.

Sebelumnya terbongkar CV. Anugrah Jaya Abadi yang bisa memenangkan banyaktender proyek ditahun 2016 dan 2017 di Dinas PU Waykanan dengan penawaran sangat mendekati HPS, nilai penawaran seluruh peserta juga mendekati HPS dan peserta tender juga mayoritas sama. Kini kembali terkuak perusahaan yang memborong pemenangan tender dengan ‘modus’ serupa yakni CV. Buay Bangsawan.

Dari dokumen yang di peroleh Harian Pilar,diketahui CV.Buay Bangsawan ditahun 2016 dan 2017 memenangkan beberapa proyek sekaligus di Dinas PU Waykanan. Di tahun 2016 CV.Buay Bangsawan memenangkan tiga proyek sekaligus yakni Pembangunan Jalan sampai Lapen Kampung Tulang Bawang – Kampung Dewa Agung Kecamatan Bahuga dengan HPS Rp900 juta dimenangkan CV. Buay Bangsawan dengan penawaran Rp896.930.000 hanya turun Rp3 juta atau 0,3 persen dari HPS. Pembangunan Jalan sampai Lapen TPA – Inhutani Kecamatan Blambangan Umpu (Lanjutan) dengan HPS Rp 1,4 Miliar dimenangkan CV. Buay Bangsawan dengan penawaran Rp 1.398.800.000 hanya turun Rp1,2 juta atau 0,08 persen dari HPS. Dan proyek Pembangunan Jalan sampai Onderlagh Lingkungan Kampung Tanjung Sari Kecamatan Blambangan Umpu dengan HPS Rp800 juta dengan penawaran Rp797.490.000 hanya turun Rp2,5 juta atau 0,3 persen dari HPS. Peserta tender proyek-proyek ini juga mayoritas sama diantaranya Bumi Perkasa Way Kanan, KAMTURA WK, CV. Sembilan Sembilan jaya dan Muara Kebun.

Di tahun 2017 CV. Buay Bangsawan juga memborong memenangkan tiga paket proyek sekaligus yakni Proyek Pembangunan Jembatan Kampung Purwa Negara Kecamatan Negara Batin dengan HPS Rp500 juta dimenangkan CV. Buay Bangsawan dengan penawaran Rp497.170.000 hanya turun Rp2,8 juta atau 0,5 persen dari HPS. Proyek Peningkatan Jalan Kampung Gedung Batin Kecamatan Blambangan Umpu – Kampung Gedung Jaya Kecamatan Negeri Agung dengan HPS Rp1,5 Miliar dimenangkan CV.Buay Bangsawan dengan penawaran Rp 1.487.220.000 turun Rp12,7 juta atau 0,8 persen dari HPS. Proyek Peningkatan Jalan Kampung Sri Numpi Kecamatan Bumi Agung – Batas Sumsel dengan HPS Rp400 juta dimenangkan CV.Buay Bangsawan dengan penawaran Rp399.056.000 hanya turun Rp944 Ribu atau 0,2 persen dari HPS.

Temuan ini semakin menguatkan adanya permainan dalam tender proyek PU Waykanan. Sepertidiberitakan sebelumnya, tender sejumlah proyek milik Dinas Pekerjaan Umum (PU) Waykanan diduga sarat mainan. Bahkan, indikasi adanya ‘persekongkolan’ dalam tender ini terjadi hampir setiap tahun.

Dugaan ‘tender kurung’ proyek Dinas PU Waykanan ini terlihat dari adanya rekanan yang bisa memenangkan tender banyak proyek dengan nilai penawaran yang sangat mendekati Harga Perkiraan Sendiri (HPS), penawaran seluruh peserta juga mendekati HPS, bahkan peserta tender mayoritas sama.

Seperti CV. Anugrah Jaya Abadi, ditahun 2016 dan 2017 perusahaan itu memenangkan banyak paket proyek di Dinas PU Waykanan dengan penawaran sangat mendekati HPS, nilai penawaran seluruh peserta juga mendekati HPS dan peserta tender juga mayoritas sama.

Ditahun 2016, CV. Anugrah Jaya Abadi memenangkan lima paket proyek sekaligus yakni Pembangunan Jalan Kampung Gelombang Panjang – Kampung Jaya Tinggi Kecamatan Kasui (Lanjutan) dengan HPS Rp 500.000.000 dimenangkan CV. Anugrah Jaya Abadi dengan penawaran Rp 497.760.000,00 hanya turun Rp2,2juta atau 0,4 persen dari HPS. Proyek Pembangunan Jalan sampai Lapen Dusun Gel-Gel – Dusun I Kampung Bali Sadhar Utara Kecamatan Banjit dengan HPS Rp 500.000.000 dimenangkan CV. Anugrah Jaya Abadi dengan penawaran Rp 497.920.000 hanya turun Rp2 juta atau 0,4 persen dari HPS.

Kemudian, Pembangunan Jalan sampai Lapen Kampung Way Limau – Kampung Gedung Jaya Kecamatan Negeri Agung (Lanjutan) dengan HPS Rp 400.000.000 dimenangkan CV.Anugrah jaya Abadi dengan penawaran Rp 398.140.000 hanya turun Rp1,8 juta atau 0,4 persen dari HPS. Proyek Pembangunan Jalan sampai Lapen Lingkungan Kampung Tanjung Rejo Kecamatan Negeri Agung dengan HPS Rp 405.000.000 dimenangkan CV.Anugrah Jaya Abadi dengan penawaran Rp402.920.000 hanya turun Rp2 juta atau 0,5 persen dari HPS. Terakhir, Proyek Pembangunan Jalan sampai Onderlagh Dusun I – Dusun Talang Pakil Lembang Kampung Simpang Asam Kecamatan Banjit dengan HPS Rp 400.000.000 dimenangkan CV.Anugrah Jaya Abadi dengan penawaran Rp398.050.000 hanya turun Rp1,9 juta atau 0,4 persen dari HPS.

Indikasi ‘tender kurung’ proyek-proyek ini semakin di perkuat karena peserta tender mayoritas sama yakni CV.Mira Karya Utama, CV. Karya Amanah Sentosa, CV. Bara Sakti, CV. Sakti Perkasa, CV. Muara Kebun, CV. Sembilan Sembilan Jaya, CV. Selagai Jaya.

Bukan hanya di tahun 2016, di tahun 2017 CV.Anugrah Jaya Abadi juga memenangkan tender tiga proyek sekaligus dengan modus yang sama. Tiga proyek itu adalah Peningkatan Jalan Kampung Banjar Masin – Kampung Banjar Baru Kecamatan Baradatu dengan HPS Rp 1 Miliar dimenangkan CV.Anugrah Jaya Abadi dengan penawaran Rp994.290.000 hanya turun Rp5,7 juta atau 0,5 persen dari HPS. Proyek peningkatan Jalan Lingkungan Kampung Argo Mulyo Kecamatan Banjit dengan HPS Rp 500 juta dimenangkan CV.Anugrah Jaya Abadi dengan penawaran Rp496.290.000 hanya turun Rp3,7 juta atau 0,7 persen dari HPS. Dan proyek peningkatan Jalan Lingkungan Kampung Banjar Negara Kecamatan Baradatu dengan HPS Rp700 juta dimenangkan CV.Anugrah Jaya Abadi dengan penawaran Rp695.610.000 atau hanya turun Rp4,3 juta atau 0,6 persen dari HPS.

Peserta tender tiga proyek ini juga sama yakni CV. Karya Amanah Sentosa, CV/Mira Karya Utama, CV.Mega AB, dan Karya Teknik.(Maryadi)