Harianpilar.com, Bandarlampung – Gubernur Lampung Muhammad Ridho Ficardo menyediakan dana sebesar Rp100 miliar untuk pembangunan gedung perpustakaan moderen terbesar di Lampung. Ini sebagai ikon baru di Provinsi Lampung.
Gedung perpustakaan tersebut dilengkapi dengan berbagai fasilitas pendukung seperti ballroom, sarana berbasis digital, kafe, dan bioskop.
Perpustakaan dapat dikunjungi hingga malam hari dibangun di sekitar daerah kampus di Jalan Zainal Abidin Pagar Alam, Kedaton, Bandarlampung seluas 2,5 hektare. Gedung perpustakaan ini diharapkan dapat mengakomodir kebutuhan dan aktifitas mahasiswa dan pelajar.
“Hakekat pembangunan sesungguhnya adalah pembangunan manusia dan membaca merupakan hal yang paling mendasar untuk meningkatkan kapasitas diri untuk meningkatkan daya saing generasi muda Lampung sebagai figur yang mampu menjadi tuan rumah di daerah sendiri dan mampu melanjutkan estafet pembangunan,” kata Gubernur Ridho saat mencanangkan Gerakan Lampung Membaca di halaman kantor Gubernur Provinsi Lampung, Kamis (28/9/2017).
Acara ini dihadiri oleh Duta Baca Indonesia Najwa Shihab, Kepala Perwakilan Perpustakaan Nasional Syarif Bando, Ketua DPRD Provinsi Lampung Dedy Aprizal, dan Duta Baca Provinsi Lampung Aprilani Yustin Ficardo, komunitas penggerak literasi Lampung, dan ribuan siswa SMA/SMK se-Lampung. Pada acara tersebut diserahkan bantuan dari Perpustakaan Nasional berupa Mobil Perpustakaan Keliling dan Buku ke Gubernur Lampung. Kemudian, penyerahan Motor Keliling dari dari Pemerintah Provinsi Lampung ke perpustakaan kabupaten/Kota, penyerahan buku hasil donasi Duta Baca Indonesia kepada Komunitas Baca Lampung.
Dalam sambutannya Gubernur Ridho juga mohon kerja sama legislatif mengakomodir porsi anggaran yang langsung diamini oleh Ketua DPRD Provinsi Lampung Dedy Aprizal.
“Membaca merupakan kebutuhan mendasar untuk meningkatkan kualitas diri. Oleh karena itu, Gerakan Lampung Membaca harus didukung semua komponen masyarakat. DPRD Provinsi Lampung siap mendukung program Gubernur dari segi pengesahan regulasi seperti peraturan dan sektor Anggaran,” kata Dedy.
Sebagai Duta Baca Indonesia, Najwa Shihab memuji langkah Gubernur Ridho yang mampu menyatukan semua kalangan dalam gerakan ini. “Dengan pencanangan ini Gubernur Ridho mampu menggerakkan semua kalangan untuk terlibat dalam gerakan membaca yang merupakan investasi bagi masa depan generasi selanjutnya,” kata Najwa.
Sedangkan M. Syarif Bando mengapresiasi Gerakan Lampung Membaca sebagai langkah strategis Gubernur Ridho yang sangat bermanfaat bagi masa depan masyarakat Lampung. “Perpustakaan Nasional siap membantu program Gubernur Ridho dan kita doakan Gubernur Ridho dapat melaksanakan pembangunan dan memimpin Lampung,” kata Syarif.
Sementara itu Najwa Shihab menyatakan Keberhasilan dari gerakan Lampung Membaca ini bukan hanya berada ditangan Gubernur, Ketua DPRD, dan Kepala Perpustakaan, tapi berada di tangan kita semua.
“Berhasil tidaknya program ini bukan hanya ada di tangan bapak-bapak yang didepan kita ini, tapi berhasil jika kita semua dapat bergerak membaca,” katanya.
Najwa juga menyampaikan bahwa menumbuhkan minat baca itu harus di biasakan, harus diusahakan, kalau perlu harus dipaksa.
“Kalau tadi kata Pak Gubernur Ridho minimal 30 menit sehari, kalau saya cukup 20 menit sehari, 5 menit 4 kali sehari sudah cukup.” Paparnya.
Kemudian Kepala Perpustakaan Nasional RI M.Syarif Bando yang juga hadir sebagai narasumber mengapresiasi Gubernur Ridho yang dalam waktu dekat ini akan membangun perpustakaan modern di Lampung.
“Saya sangat mengapresiasi Gibernur Ridho, beliau ini Gubernur kedua se-Indonesia setelah Sumatera Barat yang membangun perpustakaan. Semoga bukan hanya sekedar perpustakaan, tapi perpustakaan terbaik di Indonesia, dan menjadi tempat strategis yang diminati generasi muda,” katanya.
.Dalam kegiatan tersebut diserahkan bantuan satu unit mobil Perpustakaan Keliling dan Buku dari Perpustakaan Nasional RI ke Pemerintah Provinsi Lampung oleh Kepala Perpustakaan Nasional RI. kemudian Gubernur M.Ridho Ficardo atas nama pemerintah Provinsi lampung menyerahkan bantuan berupa 15 unit motor buku keliling kepada Dinas Kearsipan kabupaten/kota di Provinsi Lampung.
Kemudian ada juga penyerahan bantuan buku dari Duta Baca Provinsi Lampung, dan penyerahan buku hasil donasi dari Duta baca Indonesia kepada komunitas baca di Provinsi Lampung. (*)









