oleh

Proyek Dinas Pertanian Pesawaran ‘Beraroma’ Dugaan Korupsi

Harianpilar.com, Bandarlampung – Terkuaknya sejumlah proyek milik Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kabupaten Pesawaran tahun 2016 yang kondisinya bobrok terindikasi adanya praktik korupsi. Sebab kuat dugaan pengerjaan proyek itu tidak sesuai kontrak sehingga kualitasnya buruk.

Proyek yang disinyalir sarat mainan itu diantaranya proyek Embung di Desa Cilimus Kecamatan Teluk Pandan senilai Rp100 juta. Kemudian proyek jalan usaha tani Desa Kampung Baru Kecamatan Marga Punduh senilai Rp150 juta.

“Kualitasnya buruk seperti itu patut diduga karena pengerjaan tidak sesuai kontrak dan berpotensi merugikan Negara, artinya itu mengindikasikan ada korupsi di dalamnya,” ujar Koordinator Tim Kerja Institute on Corruption Studies (ICS), Apriza, saat dimintai tanggapannya, Senin (25/9/2017).

Menurutnya, fenomena pengerjaan proyek pemerintah seperti itu terjadi karena lemahnya pengawasan dari dinas terkait. Bahkan bukan mustahil dinas terkait justru ikut bermain sehingga proyek berkualitas buruk lolos dalam PHO dan FHO.

“Jadi memang harus diusut oleh penegak hukum agar bisa diketahui siapa yang paling bertanggung jawab. Bukan hanya kesalahan rekanan, dinas terkait juga bukan tidak mungkin ada andil. Jadi saran saya laporkan saja ke penegak hukum,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnha, dua proyek Distanak Pesawaran ini kondisinya sudah sangat parah. Seperti embung yang menelan dana hingga Rp100 juta namun kondisinya sudah rusak parah dan tidak berfungsi sebagaimana mestinya.”Sudah rusak paraj embung itu, ambrol dan pecah-pecah. Bahkan tidak berfungsi sebagaimana mestinya karena sangat dangkal dan ditumbuhi semak belukar,” ujar Ketua Gabungan Lembaga Anti Korupsi (Galal), Suadi Romli, belum lama ini.

Begitu juga, lanjutnya, proyek jalan usaha tani saat ini sudah memprihatinakan.’Secara kualitas sangat tidak sebanding dengan anggaran yang dihabiskan proyek-proyek itu. Yang anehnya mengapa Dinas Pertanian Pesawaran menerima PHO dan FHO proyek seperti itu. Ini ada apa? Saya curiga ini ada main mata antara oknum Dinas dengan rekanan,” pungkasnya.

Terpisah, Kepala Distanak Pesawaran, Anca Martha Dinata, mengatakan, masalah proyek-proyek Distanak itu terjadi saat kepala dinas sebelumnya. Sehingga Anca mengaku tidak terlalu mengetahui masalah itu.”Itu dizaman kadis sebelumnya, jadi saya kurang paham,” tutupnya.(Maryadi)