Harianpilar.com, Lampung Utara – Keluarga korban pembunuhan Suhaili yang ditemukan warga di Kali Merah, Desa Mulyorejo I, Kecamatan Bunga Mayang, Lampung Utara (Lampura) minta aparat kepolisian untuk mengambil tindakan tegas terhadap pelaku pembunuhan.
Ketika ditemui di rumahnya, kakak korban Basri (43) mengharapkan kepada Kepolisian Resor Lampung Utara agar segera menangkap dan menindak tegas pelaku.
“Kita minta pelaku untuk segera ditangkap, jika perlu dibunuh. Ya bunuh karena kami tidak terima dengan pencacakan adik saya seperti itu. Bukan karena meninggalnya Suhaili, tapi perlakuan pembunuhannya yang tidak manusiawi,” kata Basri, geram, dihadapan sejumlah awak media Senin (25/9/2017).
Senada juga dikatakan Kepala Desa Negeri Ratu, Holif Helmi. Untuk mengantisipasi tindakan keluarga korban yang lain sebelum meluas diharapkannya pelaku bisa menyerahkan diri agar mendinginkan suasana.
“Karena dengan ditemukannya mayat korban tadi, sudah ada kejadian pembakaran rumah milik pelaku, untuk mendinginkan suasana pelaku harua ditangkap atau menyerahkan diri,” pungkasnya.
Sebelumnya, cekcok mulut antara Suhaili dan Junaidi, berlanjut dengan perkelahian di kebun tebu. Suhaili ditemukan tewas bersimbah darah dengan kondisi mengenaskan dengan sejumlah luka di sekujur tubuhnya.
Tewasnya Suhaili yang diduga kalah duel dengan Junaidi, nyaris menyulut kerusuhan di Kecamatan Bungamayang, Kabupaten Lampung Utara (Lampura), Minggu (24/9/2017) siang.
Kedua pemuda itu berkelahi di perkebunan tebu Kali Merah Desa Mulyorejo Kecamatan Bungamayang, Lampura. Suhaili ditemukan tewas dengan beberapa luka bacokan dan dalam kondisi usus terburai.
Belakangan diketahui, Suahili berduel dengan Junaidi, warga Desa Pakuon Kecamatan Muarasungkai. Informasi ini diperoleh dari para saksi, Khotib (38) warga Desa Sukadana Ilir, Kecamatan Bungamayang dan Angga Saputra, warga Desa Mulyorejo, Kecamatan Bungamayang. Perkelahian Suhaili dan Junaidi itu terjadi pada Minggu siang (24/9/2017) sekitar pukul 14:30 WIB.
Mereka berdua mengaku menyaksikan perkelahian antara Suhaili dan Junaidi. “Sebelumnya mereka terlibat percekcokan. Saya dengar mereka akan berkelahi di perkebunan tebu Kalimerah. Suhaili dan Junaidi pergi menuju tempat kejadian perkara (TKP),” katanya.
Tak lama berselang, para saksi menuju TKP untuk menelerai perkelahian tersebut, tapi sesampainya di lokasi didapati Suhaili sudah tergeletak tak bernyawa dengan sejumlah luka tusukan senjata tajam. ”Pas kami sampai ke lokasi, Suhaili sudah tergeletak tak bernyawa,” terang Angga dan Khotib.
Sampai berita ini diturunkan, belum diketahui motif percekcokan keduanya yang merenggut nyawa korban Suhaili. Akibat peristiwa tersebut, rumah terduga pelaku Junaidi telah dibakar oleh keluarga korban.
Sementara itu hasil pantauan awak media, satu unit Resmob, satu unit Intel, 1 regu Walet, dan 1 pelton Dalmas Polrest Lampura dan Polsek sudah mengamankan TKP guna menghindari konflik lebih meluas.
Kasus ini sementara ditangani oleh Polsek Sungkai Selatan. Saat ini, Minggu malam (19:00 WIB) jenazah korban telah dibawa di rumah sakit umum Ryacudu Kotabumi untuk dilakukan otopsi. (Iswant/Yoan/Maryadi)









